Harimau Sumatera Mati di TMSBK Bukittinggi


Senin, 12 Januari 2015 - 19:52:56 WIB
Harimau Sumatera Mati di TMSBK Bukittinggi

Terkait kejadian ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bukittinggi, Melfi Abra mengaku belum menerima informasi berita tersebut, sehingga tidak bisa menjelaskan lebih lanjut.

Baca Juga : Gempa Berkekuatan 3,3 Magnitudo Dirasakan di Bukittinggi

Sementara itu, Kepala Resort Konservasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sum­bar, Vera Ciko mengakui, seekor harimau sumatera telah mati di TMSBK Bukittinggi pada Minggu (11/1) lalu.

“Harimau yang mati itu bernama Sean. Ia mati pada Minggu 11 Januari 2015. Saat ini bangkai harimau itu sedang diotopsi,” ujar Vera Ciko, Senin (12/1).

Baca Juga : Sambut Idul Fitri 1442 H, DPC IWAPI Pasaman Gelar Pasar Murah

Vera Ciko mengatakan, Ia belum bisa memastikan apa penyebab kema­tian harimau itu dengan alasan belum melihat langsung ke Bukittinggi.

“Saya baru menerima laporan secara lisan dari Kabid TMSBK Bukittinggi pada Senin 12 Januari 2015 siang sekitar pukul 12.30 WIB. Secara tertulis, kami belum mene­rima laporan itu. Rencananya, pada Selasa 13 Januari 2015 pagi, saya akan berangkat dari Padang ke Bukittinggi,” ujar Vera Ciko.

Baca Juga : Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini, BMKG: Waspada Gelombang Laut Hingga 3 Meter

Vera Ciko mengungkapkan, dari laporan lisan yang diterimanya, ditemukan tumpukan air pada bagian paru dan jantung pada hari­mau itu.

“Saya juga dapat laporan, sebe­lum mati, Sean sempat tidak mau makan selama seminggu belakangan ini,” tambah Vera Ciko.

Baca Juga : Jasman Rizal: Tak Ada Larangan Pergerakan Lokal, Tetap Patuhi Prokes

Sandy dan Sean merupakan dua anak harimau sumatera yang dida­tangkan dari Kebun Binatang Taman Rimbo Provinsi Jambi. Kedua harimau itu masuk ke TMSBK Bukittinggi pada 1 Mei 2013 lalu, yang waktu itu usianya baru berumur tujuh bulan.

Dengan matinya Sean, maka koleksi Harimau Sumatera di TMSBK Bukittinggi berkurang menjadi lima ekor. Padahal, kedua ekor harimau betina itu rencananya akan dikondisikan agar dekat dan jinak kepada pengunjung.

Dari data WWF-Indonesia, hari­mau sumatera (panthera tigris su­ma­trae)merupakan satu dari enam sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered). Masih menurut WWF­-Indonesia, berdasarkan data tahun 2004, jumlah popu­lasi harimau Sumatera di alam bebas hanya sekitar 400 ekor saja. (h/wan)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]