Lumut Sungai Dareh, Emas Hijau dari Solok Selatan


Senin, 12 Januari 2015 - 19:53:55 WIB
Lumut Sungai Dareh, Emas Hijau dari Solok Selatan

Laporan : Holy Adib

 

Baca Juga : NASA Sukses Menerbangkan Helikopter Ingenuity di Mars

Jika batu bara disebut emas hitam, agaknya batu Lumut Sungai Dareh bisa disebut emas hijau karena harga dan nilai keindahannya yang tinggi sebagai batu akik mulia.

 

Baca Juga : Menunggu Berbuka, 12 Game Offline Ini Layak Dicoba 

Menurut Ketua Komunitas Batu Akik Mulia Sumatera Barat, Attila Majidi, Lumut Sungai Dareh terdapat di Bukit Puti Bungsu, Kecamatan Sangir, Solok Selatan (Solsel). Karena proses longsoran, batu ini jatuh ke sungai Batang Kandih yang berada persis di bawah Bukit Puti Bungsu, kemudian diseret arus hingga ke Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batang Hari, Solsel, hingga ke Sungai Dareh. Dharmasraya. Batang Kandih dan Sungai Dareh merupakan anak Sungai Batang Hari.

 

Baca Juga : Masih Bingung Cara Keluar dari Grup WhatsApp Tanpa Diketahui? Simak Yuk

“Lumut Sungai Dareh mulai terkenal sejak tahun 2009, ketika Bupati Dharmasraya, Marlon mem­berikan batu tersebut kepada Presi­den SBY sebagai cenderamata. Ko­non, SBY memberikannya pula kepada Presiden AS, Barack Oba­ma. Lumut Sungai Dareh menjadi cenderamata dari Pemkab Dhar­masraya terhadap tamu-tamu peja­bat yang datang dari Jakarta, sehing­ga nama batu ini dikenal di In­donesia hingga ke luar negeri,” ujar Attila di kantor Haluan, Minggu (11/1) malam.

 

Baca Juga : Ini Cara Sembunyikan Status WhatsApp agar Tidak Bisa Dilihat Orang yang Tidak Diinginkan

Banyak pertentangan terkait penamaan jenis batu tersebut. Orang Solsel menyebut sebagai Lumut Kandih, sementara orang Dhar­masraya menyebutnya Lumut Su­ngai Dareh, dan ada juga yang menye­but Lumut Surian. Perten­tangan itu terus berlanjut hingga hari ini, sampai Pemkab Solsel ingin me­matenkan nama Lumut Kandih.

 

Terkait hal itu, Attila putra Solsel ini menjelaskan, hal itu seharusnya tidak dipertentangkan, karena orang sudah tahu, merek dagangnya adalah Sungai Dareh, deposit terbesarnya di Solsel, penam­bangnya banyak dari Surian Kabu­paten Solok, dan pengasahnya ba­nyak terdapat di Kota Padang.

 

“Bagaimana mau mematenkan namannya sebagai Lumut Kandih, sedangkan jenis batu ini tidak hanya terdapat di Solsel, namun juga terdapat di Aceh yang terkenal dengan nama Lumut Aceh. Jika diuji di laboratorium, maka teriden­tifikasi dua jenis batu tersebut sebagai Idocrase, yang pertama kali ditemukan di California dengan sebutan Vesuvianite. Dan jenis Ido­crase yang terdapat di Solsel, dikenal orang dengan nama Sungai Dareh berkat promosi yang dilakukan pertama kali oleh Pemkab Dhar­masraya,” tuturnya.

 

Perbincangan Lumut Sungai Dareh di dunia gemologi (ilmu yang mempelajari permata, dan batu permata alami dan buatan), kata Attila, bermula sejak 5 tahun yang lalu. Para gemologist heran kenapa Idocrase terdapat di Solsel yang berjarak kurang lebih 172 kilo meter dari pantai. Sedangkan Idocrase biasanya terdapat di pantai, seperti yang ditemukan di beberapa tempat di dunia seperti di USA, Rusia, Italia, Kenya, Norwegia. Padahal berbicara batu adalah berbicara tentang sejarah bumi. Pertanyaan yang muncul dari para gemologist, apakah di Solsel dahulunya terdapat laut? Belum ada jawaban yang jelas mengenai soal itu.

 

Lumut Sungai Dareh di Solsel digali oleh para penambang emas liar yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan. Selain mencari emas, mere­ka juga mencari Lumut Sungai Dareh. Tidak hanya penambang emas, ada juga masyarakat dan pecinta batu yang khusus mencari batu tersebut ke Bukit Puti Bungsu dan sungai Batang Kandih.

 

Proses pencarian Lumut Sungai Dareh oleh para penambang emas, adalah dengan menggunakan ekska­­vator yang merusak alam dan mesin diesel penyedot lumpur yang mence­mari air sungai dengan bahan bakar minyak mesin tersebut. Sementara pencari Lumut Sungai Dareh yang bukan penambang emas, meng­gunakan linggis dengan mengg­ali tanah di Bukit Puti Bungsu atau kawasan di pinggiran bukit tersebut, hingga ke pinggiran sungai di sepan­jang aliran sungai Batang Kandih menuju hilirnya.

 

Kata Attila, ada dua jenis Lumut Sungai Dareh, yakni Pucuk Pisang (Natural Idocrase) dan Kumbang Jati (Hydrogrossular Garnet). Jenis lainnya hanyalah varian dari dua jenis tersebut.

 

Lumut Sungai Dareh dalam peta batu mulia nasional menempati urutan ketiga setelah batu Bacan dan batu Garut. Bahkan saat ini telah menanjak ke posisi nomor dua karena popularitasnya makin tinggi. Kalau di Sumbar, Sungai Dareh adalah batu nomor satu.

 

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]