Pasar Padang Lua Terbakar


Senin, 12 Januari 2015 - 19:58:59 WIB
Pasar Padang Lua Terbakar

Belum jelas apa penyebab pasti kebakaran tersebut. Na­mun korsleting listrik pada bagian atap diduga menjadi pemicu kebakaran hebat itu. Petugas juga belum bisa me­mas­tikan dari mana awalnya sumber api, karena warga yang menjadi saksi mata baru me­nge­tahui kejadian tersebut di saat api telah membesar.

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Lebaran, Nagari Sinuruik Pasaman Barat Dirikan Posko dan PPKM Mikro

Dari 17 petak toko yang terbakar itu, hanya 14 toko yang seluruhnya hangus ter­bakar, sementara tiga toko lainnya hanya dijilati api pada bagian lantai dua.

Dari seluruh toko yang terbakar itu, dua toko di anta­ranya adalah rumah makan, satu gudang beras, satu gudang rempah, satu toko barang ke­lon­tong dan sisanya adalah gudang sayur.

Baca Juga : Cuaca Objek Wisata Sumbar Dilanda Hujan hingga Malam

Yang paling banyak me­ngalami kerugian dari kejadian tersebut adalah pemilik rumah makan, gudang rempah, gu­dang beras dan barang kelontong. Semen­tara boleh dikatakan pemilik gudang sayur tidak banyak mengalami kerugian, karena sebagian besar gudang sayur berada dalam keadaan kosong saat terjadinya kebakaran.

Menurut Anna (60), salah seo­rang saksi mata, Ia baru mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 04.45 WIB. Ia menceritakan, waktu keja­dian Ia terbangun ketika mendengar teriakan banyak orang.

“Saat ke luar rumah, saya sudah melihat api besar di toko depan kedai nasi milik saya. Saat itu, warga yang mulai berdatangan tidak ada yang berani mendekati sumber api, karena hawanya sangat panas,” ujar Anna.

Anna mengatakan, saat kejadian angin tidak terlalu kencang. Namun Ia heran, kobaran api cepat meram­bat ke toko-toko lainnya dan dalam sekejap menghanguskan belasan toko.

“Tidak ada sumber air di sini yang bisa dimanfaatkan, sehingga tidak banyak yang bisa dilakukan warga,” jelas Anna.

Anna melanjutkan, dari 17 toko yang terbakar itu, hanya sekitar enam toko yang dihuni oleh pemiliknya. Menurutnya, tidak ada barang yang bisa diselamatkan dari amukan si jago merah, kecuali barang-barang yang ada penghuninya di dalam toko tersebut.

Anna merasa bersyukur, karena kedai nasinya selamat. Padahal, kedai nasi miliknya itu berada sekitar enam meter di depan toko yang terbakar. Bahkan petugas pemadam kebakaran menyiramkan air ke kedai miliknya, agar tidak dijilat kobaran api.

Dari pagi hingga sore, lokasi kebakaran menjadi tontonan sejum­lah warga. Tak banyak korban yang berada di lokasi, karena tidak ada barang yang bisa diselamatkan diantara puing-puing bangunan yang terbakar.

Yang tampak hanya di sekitar gudang beras. Di tempat itu, sejum­lah keluarga korban berusaha me­mungut sisa-sisa beras yang mung­kin bisa dimanfaatkan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabu­paten Agam Bambang Warsito mengatakan, pihaknya baru mene­rima informasi kebakaran tersebut sekitar pukul 04.15 WIB.

“Butuh waktu sekitar dua jam untuk memadamkan api. Selain dikerahkan armada pemadam dari Kabupaten Agam, armada dari Bukittinggi dan dari daerah tetangga lainnya juga datang untuk membantu memadamkan api,” ujar Bambang.

Bakal Diusulkan

Pemerintah Kabupaten Agam, bakal berusaha  mengusulkan ban­tuan kepada Kementerian Per­daga­ngan untuk melakukan pemba­ngunan kembali  bangunan pasar yang terbakar, termasuk Pasar Pa­dang Lua  yang dilalap si jago merah subuh kemarin

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabu­paten Agam, Hadi Suryadi, Senin (12/1) mengatakan, pada 2014 dan 2015 ada sejumlah pasar yang terbakar di Kabupaten Agam. Anta­ra lain pasar Tiku, Pasar Sungai Batang dan ter­akhir adalah Pasar Padang Lua.

Menurutnya, dari sejumlah pasar yang terbakar tersebut adalah pasar nagari yang secara langsung dike­lola,pengurus, komisi, dan  badan perwakilan pemilik pasar, sementara posisi pemerintah hanya dalam pembinaan.

“ Pasar nagari dikelola secara independen oleh badan perwakilan pemilik pasar, pengurus dan komi­si pasar, seluruh penerimaan masuk ke nagari.  Sifat pemerintah pada pasar nagari hanyalah pembinaan. Apabila sewaktu-waktu terjadi mu­sibah. prin­sipnya itu merupakan kewenangan  pemilik pasar. Meski demikian pemerintah bakal meng­upayakan pembangunan kembali kepada pasar yang terbakar,” ungkapnya.

Menurutnya,  di Kabupaten Agam terdapat  49 pasar. Dari jumlah tersebut, milik pemerintah daerah ada 4 pasar, milik jorong dua pasar, kemudian milik nagari sebanyak 31, pasar serikat atau milik dua nagari ada 11 pasar, dan satu milik swasta.

Dikatakannya, Koperindag su­dah melakukan beragam upaya untuk membantu setiap pasar untuk berkembang secara optimal. Antara lain melakukan penyempurnaan perangkat peraturan kebijakan, dan pelaksanaan operasional pasar. Kegiatan ini bertujuan untuk menata peraturan, kebijakan dan pelak­sanaan opreasional pasar.

Selain itu, juga dilakukan pena­taan dan pembinaan kelem­ba­ga­an pasar, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pe­nge­lolaan pasar dalam menata dan mengelola pasar. Dengan hal ini, diharapkan tercipta pasar yang menggerakkan perekonomian, ber­sih aman, nyaman. (h/wan/yat)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]