Reaksionernya Menhub


Senin, 12 Januari 2015 - 20:31:07 WIB
Reaksionernya Menhub

Republik ini berkabung. Semua ekspresi  kepedihan atas musibah  itu, telah diperlihatkan oleh bangsa ini dalam sikap dan perbuatan yang tanggap , meski tetap mengharu biru. Tak guna mengurai sesal, apalagi mencari cari kesalahan yang absurd. Puluhan “kambing hitam” sempat diberi tali untuk diboyong ke pembantaian.

Stop. Biarkan yang berwenang bekerja sesuai engan profesinya.  Yang tak mengerti apa apa, jangan ngomong atau menunjuk-nunjuk siapa dan mengapa. Semua korban telah kita doakan dalam mata yang sabak.

Baca Juga : Banpres Produktif Tahap II Segera Dibuka, Sasar 3 Juta UMKM

Akan tetapi, ada yang agak mem­buat isak kita tersekat di teng­gorokan. Sebagai institusi yang bertanggung jawab, Kementerian Perhubungan memperlihatkan be­rang­nya. Kalau di Jepang, di Cina, Amerika, Jerman, bila terjadi musi­bah perhubungan yang menelan banyak korban, Karena rasa malu dan merasa ikut bertanggung jawab, menterinya  dengan gagah perkasa. Atas rasa bertanggung jawab me­ngun­durkan diri, bahkan ada yang hara-kiri atau bunuh diri.

Menteri  Perhubungan kita, be­reak­si pula. Beliau tidak mundur. Tidak perlu malu. Tapi, dengan gagah memundurkan atau memecat anak-anak buahnya. Inilah kesa­maan dan perbedaan reaksi kita de­ngan bangsa-bangsa yang lebih maju.***

 

Oleh: ALWI KARMENA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]