Daya Tarik Profesi Humas


Selasa, 13 Januari 2015 - 19:04:33 WIB
Daya Tarik Profesi Humas

Menjadi seorang PR yang baik bukanlah sesuatu yang mudah. Pasalnya, profesi ini mengemban tugas untuk mem­­bangun dan mening­katkan reputasi perusahaan. Untuk itu, PR harus memiliki kemampuan paripurna dalam menyajikan citra sebuah perusahaan kepada publik atau masyarakat dalam gambaran yang terbaik.

Baca Juga : Selama Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah, Trafik Layanan Data Telkomsel Naik Hingga 49%

Sama seperti profesi lainnya, menjadi PR yang berdaya guna tak hanya dapat dipelajari lewat teori, tetapi lewat pengalaman yang berharga.

‘’Syarat PR baik, yang paling penting adalah pertama kita harus punya pikiran yang terbuka, atau open minded,’’ Ujar Dr Jacky Mussry, Senior Vice President and Chief Operating Office Marplus, dan Renitasari, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, pada acara PR Corner yang diselenggarakan oleh London School Public Relation dan Lite FM di Auditorium Kampus LSPR, Senin (15/12/2014).

Baca Juga : Wajib Tahu, Saat Ekor Kucing Mendadak Mengembang Artinya Begini

Kemudian, Dr Jacky mengatakan, seorang PR tidak boleh takut dalam bergaul dan tidak boleh menutup diri. Sebab, jika demikian, tentunya Anda akan sangat kesulitan menjalani karier sekaligus mengak­tu­alisasi diri di ranah karier PR atau humas.

Syarat berikutnya yang menurut Dr. Jacky sangat penting sebagai bekal menjadi seorang PR yang baik adalah berani untuk berbicara langsung atau direct, memiliki inisiatif yang baik, berani mengambil risiko, dan berpikir kreatif.

Menurut Doktor sekaligus Disc Jockey tersebut, segala teori strategi PR dan marketing pada dasarnya dapat dipelajari, yang paling terpenting adalah kepribadian dari PR itu sendiri.

‘’Percuma kalau kita belajar PR sampai nilai 100, tapi di dunia nyata, ketika bertemu orang, eh kita tak berani buka net­working, padahal PR itu harus berani ‘buka pintu’ dan meng­ajak orang untuk berko­munikasi,’’ terangnya.

‘’PR itu bukan pekerjaan mudah, yang leyeh-leyeh, modal tampang. PR itu adalah pekerjaan yang berpikir dengan analisis, keinginan untuk mengajak orang lain, lalu berpikir dan berprilaku di luar kebiasaan,” imbuhnya.

Renitasari, perempuan di balik Galeri Indonesia Kaya Grand Indonesia mengatakan sangat setuju dengan Dr. Jacky. ‘’Attitude adalah nomor satu untuk seorang PR. dan berpikir out of the box sangat penting. Harus berani mencoba dan berani mengambil kepu­tusan.’’ Ujar Renitasari.

Melakukan pekerjaan dengan hati dan insting juga menjadi salah satu kunci kesuksesan Renitasari dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai seorang Public Relation dalam program-program CSR yang berkaitan dengan budaya, olahraga, lingkungan serta pendidikan. (h/kfm)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]