Jalur Pemasaran Asuransi Mikro Diperlebar


Selasa, 13 Januari 2015 - 19:10:18 WIB
Jalur Pemasaran Asuransi Mikro Diperlebar

Selain perusahaan pem­biayaan, wasit industri keua­ngan ini akan mendorong lembaga keuangan mikro (LKM) untuk menjual pro­duk asuransi yang murah meriah ini. Dengan begitu, jalur pemasaran asuransi mik­ro bisa lebih luas menjangkau masyarakat segmen ke bawah yang ingin membeli polis proteksi.

Lantaran sifat produknya yang relatif sederhana, Fir­daus menilai, LKM tidak akan kesulitan. Ini berbeda halnya dengan produk asuransi ko­mer­sial yang memang butuh petugas yang lebih paham tentang dunia asuransi, di­sertai proses persetujuan polis lebih panjang.

Baca Juga : 5 Direktur Surat Kabar Apple Daily Ditangkap Polisi Hong Kong, Ada Apa Ya?

Di saat yang sama, langkah ini pun bisa memudahkan perusahaan asuransi. Karena perusahaan asuransi tidak harus merogoh koceknya dalam-dalam membuka ca­bang baru demi meluaskan jaringan untuk menjaring nasabah.

Bila dilihat dari sisi premi, lini bisnis asuransi mikro memang kontribusinya masih kecil karena tarifnya yang mini. Namun demikian, pe­nam­bahan jumlah nasabah akan berdampak terhadap kenaikan penetrasi industri asuransi.

Dalam dua tahun ke de­pan, OJK menargetkan jum­lah pemegang polis asuransi mikro bisa mencapai 10 juta orang. Sampai saat ini, jumlah pemegang polis asuransi baru mencapai 5 juta nasabah. Padahal, potensi nasabah asuransi mikro bisa mencapai 77 juta jiwa.

Begitu juga dari sisi penet­rasi asuransi di dalam negeri. Melalui asuransi mikro ini, diharapkan angka penetrasi asuransi bisa mencapai 5% dalam 10 tahun ke depan dari saat ini yang baru 1,7%.

Hal ini diamini Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indo­nesia (AAJI) Hendrisman Rahim. Potensi peningkatan penetrasi dan tertanggung asuransi menjadi manfaat yang bisa didapat dari asuransi mikro.

Meski pun dari sisi premi, menurut Hendrisman, nilai­nya belum cukup besar bila dibandingkan total premi yang diraih industri asuransi. “Mungkin premi asuransi mik­ro bersama baik dari asuransi umum maupun asu­ransi jiwa pada tahun ini mencapai Rp 1 triliun,” kata­nya.

Pada akhir tahun lalu, OJK bersama dengan asosiasi asuransi jiwa, umum dan syariah merilis produk mikro bersama. Adapun produk mikro bersama yang dilun­curkan adalah Warisanku, Rumahku, Stop Usaha Erupsi, Stop Usaha Gempa Bumi, Asuransiku, Asuransi Mikro Penuh Cinta alias si Peci dan Asuransi Mikro si Bijak.  (h/trn)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]