Golkar Lakukan Bunuh Diri Politik


Selasa, 13 Januari 2015 - 19:28:05 WIB

Hajriyanto menegaskan, hal ini sama saja dengan melakukan bunuh diri politik, lantaran berpotensi menghancurkan partai berlambang pohon beringin ini bila kedua kubu tidak mau menekan egonya masing-masing dan tidak mencari solusi yang saling menguntungkan untuk menun­taskan konflik.

“Saya melihatnya itu sebagai langkah bunuh diri politik yang berpotensi menghancurkan PG. Keduanya tidak ada yang mau me­ngalah, tidak mau menekan ego­nya masing-masing, dan tidak sama-sama mencari win-win solu­tion. Tunggu saja akibatnya bagi PG nanti,” tuturnya.

Hajriyanto menambahkan, ha­rusnya elit di dua kubu ini bisa lebih peka terhadap aspirasi warga Partai Golkar yang mendambakan re­kon­siliasi kendati saat ini memang mereka yang menginginkan islah ini mayoritas tidak bersuara. “Saya yakin dukungan atas ga­gasan Munas rekonsiliasi ini ba­gaikan bola salju akan terus mem­besar dan menggulung oknum-ok­num yang sinis dan menentangnya. Apalagi kritik yang dilakukan oleh beberapa oknum yang menentang gagasan Munas rekon­siliasi itu tidak substantif, bahkan sangat naif,” tegasnya.

Jalan Bareng

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, tampak hadir di Gedung DPR, Senayan, untuk ber­temu dengan seluruh Anggota Fraksi partai beringin di DPR. Soal kondisi dualisme di tubuh partai yang dipim­pinnya, Ical menyebut bahwa proses islah terus berjalan, meski dirinya sudah resmi melaporkan Agung Laksono ke Pengadilan Negeri Jakar­ta Barat, Senin kemarin.

“Islah jalan terus, pengadilan jalan terus. Poin gugatan yang ter­pen­­ting bahwa yang sah itu Munas di Bali,” tegas Ical sebelum memulai perte­muan, Selasa (13/1).

Ical menuturkan, proses islah dan pera­dilan bisa berjalan se­cara berbarengan atau islah dilakukan setelah proses hu­kum berakhir. “Kami sudah mela­porkan ke penga­dilan, meskipun proses perundingan bisa berjalan secara bersama-sama. Islah bisa juga terjadi setelah penga­dilan,” tutupnya.

Kantor DPP Digembok

Sementara di tempat terpisah, puluhan orang yang diduga massa Yorrys Raweyay, terlihat memenuhi Kantor DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (13/1) siang. Massa tersebut sempat mengunci pintu pagar Kantor DPP Golkar dan tidak memperbolehkan siapapun untuk masuk ke markas partai berlambang pohon beringin itu.

Barulah sekira pukul 13.30 WIB, massa terlihat membuka pagar yang sebelumnya ditutup dan diikat dengan tali. Tidak ada satupun dari massa yang mayoritas berasal dari wilayah timur Indonesia itu memberi keterangan dan alasan menggembok pagar.

Seorang petugas keamanan di lokasi, juga enggan memberikan pernyataan.. “Saya tidak tahu kenapa tadi digembok, tanya mereka saja ya,” kata petugas tersebut. (*/okz)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM