Hakim: Sidang Marlon Tetap Dilanjutkan


Selasa, 13 Januari 2015 - 19:32:16 WIB
Hakim: Sidang Marlon Tetap Dilanjutkan

Oleh karena itu, lanjut hakim Reno Listowo lagi, majelis hakim memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi di pengadil­an. Dalam pertimbangan­nya, majelis hakim menilai bahwa keberatan penasehat hukum sudah memasuki materi perkara yang akan dibuktikan nanti dalam persidangan.

“Majelis hakim tidak sependapat dengan penasehat hukum. Surat dakwaan sudah jelas soal rentan waktu tindak pidana. Sedangkan, perihal adanya bukti harus dibukti­kan nantinya dipersidangan. Se­hing­ga, keberatan tidak bera­lasan,” ungkap majelis hakim lagi.

Baca Juga : Perumda AM Kota Padang Lakukan Bedah Rumah yang Ketiga

Menurut hakim, surat dakwaan JPU sudah memenuhi syarat sehing­ga seluruh dalil-dalil keberatan tidak dapat diterima dan pemeriksaan di persidangan dilanjutkan.

Sebagaimana diketahui, dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budi Sastera terungkap, mantan orang nomor satu di Kabupaten Dharmasraya ini dihadapkan ke persidangan karena diduga telah melakukan mark up atau penggelembungan harga tanah untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Dareh tahun 2009 lalu.

Keterlibatan terdakwa dalam kasus ini adalah sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan atau turut melakukan secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu koorporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara..

Mantan Bupati Dharmasraya, Marlon Martua ini sudah ditetapkan sebagai tersangka pada 26 April 2011 dan jadi buronan sejak 21 Juli 2012 dalam kasus dugaan korupsi peng­ge­lem­bungan (mark-up) harga ta­nah pembangunan Rumah Sakit U­mum Daerah (RSUD) Seidareh tahun 2009 yang meru­gikan negara Rp4 miliar. Marlon juga sudah dua kali dicekal. Terakhir per­pan­jangan masa cekal dike­luar­kan Kejagung mulai 5 Februari hing­ga Agustus 2012.

Mantan Bupati Dharmasraya ini, merupakan satu-satunya orang­ ­yang belum dihukum dalam kasus tersebut. Tiga peja­bat Dharmas­raya yang terlibat, Busra (mantan Sekda), Agus Akhirul (mantan Kabag Admi­nistrasi Pemerintahan Umum) dan Agustin Irianto (mantan Ka­subag Tata Pemerin­tah Umum), bahkan sudah divonis majelis hakim Penga­dilan Tipikor Padang dan sedang menjalani masa huku­man di LP Muaro Padang. (h/hel)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]