Harga Pinang Untungkan Petani


Rabu, 14 Januari 2015 - 19:06:38 WIB
Harga Pinang Untungkan Petani

“Ini merupakan harga yang masih menguntungkan untuk komoditi pinang. Muda­huda­han kenaikan seperti pada tahun 1999 di masa peme­rintahan Habibie terulang lagi,” ujar Irul (30) Selasa (13/1), petani pinang di Kampung Tebing Tinggi Kambang, Keca­matan Lengayang.

Baca Juga : Penembakan di New York Tewaskan Bayi, Pria 23 Tahun Ditangkap

Di tahun 1999 menurut Irul, harga tertinggi yang per­nah ia peroleh terhadap pi­nangnya sebesar Rp11 ribu. “Meski sekarang harga pinang belum menyamai harga tahun 1999, tapi setidaknya sudah mendekati harga tersebut. Mudah mudahan harga ini bertahan,” kata Irul lagi.

Sementara Idos (30) yang berprofesi sebagi touke di Kambang mengatakan, ia me­mang berani mengambil sehar­ga Rp7.000 per kilogram pinang. Harga tersebut meru­pakan harga terendah untuk kualitas pinang nomor dua dengan kadar air paling ba­nyak 7 persen.

Baca Juga : Netanyahu Terkejut, Tentara Israel Bakar Diri karena Trauma Perang

“Sementara jika kadar air dibawah 5 persen ia akan mem­beli dari petani seharga Rp8.000. Jadi harga pinang memang bervariasi, tergantung kualitas pinang dimaksud,” kata Idos.

Dari pembelian tersebut, ia bisa hanya mengambil keuntu­ngan beberapa persen setiap kilonya. “Saya menjual pinang di Padang seharga Rp9.000 saja. Keuntungan itu telah bisa menutup biaya operasional saya dan ongkos angkut ke Padang,” kata Idos lagi.

Baca Juga : Terapkan Prokes Ketat, Saudi Wajibkan Vaksinasi Covid-19 untuk Jamaah Dua Masjid Suci

Sementar terkait dengan penyebab kenaikan harga pinang tersebut, Idos menye­butkan, saat ini permintaan komoditi pinang sangat tinggi, sementara produksi pinang dari petani sangat sedikit. Kemudian menurutnya penye­bab kedua adalah, tidak terjadi lagi monopoli pembelian ko­moditi pinang di Padang.

“Jadi yang menguasai pasar pinang di Padang tidak lagi orang India, akan tetapi sudah banyak pemain lokal, dengan demikian harga pinang dengan sendirinya naik,” ungkap Idos menjelaskan soal kenaikan harga.

Baca Juga : Bertemu AS, Netanyahu Sebut Pemerintah Iran Sebagai Rezim Fanatik

Sementara itu, warga di mudik Surantih, Sutera yang selama ini hanya merawat gambir saja kembali serius merawat pinang. Selama ini buah pinang dibiarkan saja jatuh ketanah tanpa dipungut karena harganya murah. (h/har)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]