Indonesia Defisit Transaksi Reasuransi


Rabu, 14 Januari 2015 - 19:07:01 WIB

Dikatakannya, dalam 5 (lima ) tahun terakhir, yakni dari tahun 2009 sampai dengan 2013, rata-rata defisit transaksi re asuransi industri asuransi nasional sebesar Rp5,65 tri­liun. Maka dari itu OJK telah mengeluarkan instruksi kepa­da direksi perusahaan asuransi umum dan perusahaan asu­ransi jiwa untuk menekan defisit neraca pembayaran reasuransi.

“Untuk mendorong opti­ma­lisasi kapasitas reasuransi dalam negeri, kita harus mene­kan defisit neraca pembaya­rawan reasuransi,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk menekan defisit tersebut maka perusahaan asuransi umum diwajibkan menempatkan rea­suransi atas pertanggungan pada lini usaha kendaraan bermotor, kesehatan, kece­lakaan diri, kredit dan surety­ship didalam negeri. Sedang­kan perusaaan asuransi jiwa diwajibkan menempatkan rea­suransi atas pertanggungan pada seluruh lini usaha asu­ransi jiwa didalam negeri.

“OJK akan mendorong dilakukannya penggabungan kapasitas reasuradur dalam negeri (joint capaciy) dalam rangka menekan defisit neraca transaksi reasuransi nasional,” ujarnya.

Joint capacity, kata Fir­daus diharapkan daa mem­bantu dan menahan premi keluar negeri dan mendorong peningkatan serta optimalisasi pemanfaatan kapasitas  dalam negeri secara lebih teratur.

Tahapan joint capacity ter­sebut adalah dengan mela­kukan konsolidasi 4 (empat) IPR, yaitu PT Reasuransi International Indonesia, PT Reasuransi Nasional Indo­nesia, PT Tugu Reasuransi Indonesia dan PT Maskapai Reasuransi Indonesia yang dituangkan dalam sebuah ben­tuk nota kesepahaman (h/lex)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM