Pengatur Parkir di Padang Didatangkan dari Eropa


Rabu, 14 Januari 2015 - 19:28:44 WIB
Pengatur Parkir di Padang Didatangkan dari Eropa

Persoalan lainnya, sudahlah pelayanan sangat tidak memuaskan, tarif parkir pun tidak jelas. Apakah untuk  ukuran sepeda motor Rp1.000, mobil minibus Rp2.000, bus/truck    Rp5.000 sama sekali tidak ada penjelasan. Tukang parkir cendrung menerapkan tarif parkir seenaknya.

Baca Juga : Terima Laporan 134 ASN Nekat Mudik, Tjahjo Kumolo: Jatuhkan Hukuman Displin!

Di Kota Padang pada lokasi-lokasi tertentu  untuk jenis mobil minibus saja terkadang ditagih Rp5.000. Tidak jarang pula parkir bus pariwisata di Pantai Padang diminta Rp50.000. Biaya parkir di kawasan Jam Gadang Kota Bukittinggi lebih tidak menentu lagi. Pada waktu-waktu tertentu tarifnya bahkan sampai Rp10.000 hingga Rp20.000 untuk satu kali parkir.

Masalah lain timbul, meskipun uang parkir dipungut dalam jumlah yang terkadang sudah di luar batas, namun uang tersebut juga tidak jelas ke mana perginya. Laporan capaian atau pendapatan sector parkir dari Dinas Perhubungan selaku dinas yang membawahi urusan perparkiran selalu saja sangat minim. Sangat jauh di luar  ekspektasi masyarakat. Padahal potensinya sangat besar.

Baca Juga : Athari Gauthi Ardi: Hentikan Penjajahan Israel terhadap Palestina

Barangkali Pemko Padang sudah sangat panik meng­hadapi permasalahan perparkiran di Kota Padang, sehingga mesti mendatangkan investor dari Hungaria, Eropa untuk mengurus perparkiran tersebut. Sebagaimana berita yang diterbitkan Haluan edisi Kamis (15/1), dengan judul ‘Padang akan Terapkan Sistem Parkir Canggih’ dengan mendatangkan investor asal Hungaria.

Investasi senilai 100 juta Euro atau sekitar Rp1,2 triliun lebih bakal digelontorkan Smart Parking System (SPS) Ltd Hungary untuk penataan perparkiran dan transportasi di kota-kota seluruh Indonesia. Padang merupakan kota pertama yang direkomendasikan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI dalam kerja sama perparkiran dengan perusahaan yang berbasis di Budapest itu.

Dalam pertemuan dengan Walikota Padang H Mahyeldi Ansharullah di Palanta Rumah Dinas Jalan A Yani, Rabu (14/1), Director Second Party SPS Ltd Hungary, Jozsef Atyim menyebut, Padang merupakan kota pertama yang melakukan MoU dengan SPS. Jozsef mengatakan sistem perparkiran yang akan diterapkan di Kota Padang adalah sistem perparkiran modern. Sarana yang akan dibangun untuk itu adalah gedung parkir yang kapasitas tampungnya disesuaikan dengan statistik penduduk, pengunjung dan kendaraan yang ada di Kota Padang.

Dalam pengelolaan parkir di gedung parkir yang akan dibangun tersebut, akan diterapkan cara bayar yang simpel dan modern. Transaksi untuk jasa parkir bisa dilakukan melalui bank atau dengan kartu kredit dan koin. Standar tarif akan disesuaikan. Walaupun sistemnya diadopsi dari sistem yang telah berjalan di Hungaria dan negara Eropa lainnya, namun untuk standar tarif tidak akan mengikuti standar di Hungaria dan Eropa umumnya, karena pasti sangat mahal.

Sedangkan nilai investasi untuk Kota Padang pada penerapan sistem parkir di beberapa kawasan diantaranya, Pantai Padang, Jalan M Yamin, Jalan A Yani dan kawasan GOR H Agus Salim serta beberapa kawasan lainnya. Nilai investasi untuk pembangunan beberapa gedung parkir tersebut belum bisa disebutkan, karena menunggu kepastian lokasi dan kapasitas parkir yang akan direalisasikan.

Tentu masyarakat merasa kaget, hanya untuk mengurus parkir saja, Pemko Padang mesti mendatangkan investor dari Hongaria, Eropa. Apakah tidak ada perusahaan lokal yang mampu untuk hal itu? Sangatlah  tidak mungkin hanya mengurus peparkiran saja tidak bisa. Dengan mendatangkan investor dari luar negeri, beberapa potensi bisnis yang semestinya dapat dimanfaatkan masyarakat lokal, tapi malah dialihkan kepada pihak luar. Ada baiknya Pemko Padang meninjau ulang rencana investasi itu. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]