Warga 2 Nagari Cakak Banyak


Rabu, 14 Januari 2015 - 19:42:46 WIB
Warga 2 Nagari Cakak Banyak

Namun entah kenapa, melihat per­bincangan kedua pemuda ini di luar rumah yang sedikit tegang, ayah Robert, Antonius (42) keluar dari dalam rumah dan menghampiri keduanya. Melihat gelagat tidak baik dari kedua pemuda ini, Antonius mencoba melerai dan me­mi­sahkan keduanya, serta mengusir Yon Marta dan rombongannya un­tuk pergi dari rumahnya. “Kita tidak tahu pasti, apakah ada pemukulan terhadap Yon Marta oleh Antonius apa tidak,” kata Kapolres Solok AKBP Tommy Bambang Irawan didampingi Kasat Intelkam Iptu Sosmedya SH, kepada Haluan di Mapolres Arosuka, Rabu (14/1).

Baca Juga : Mubaligh: Perbanyak Taubat Selagi di Bulan Ramadhan

Namun, ia tidak terima diper­lakukan kasar oleh orangtua Robert, Yon Marta pulang ke kampungnya di Nagari Koto Laweh dan sehabis Magrib sekitar pukul 19.30 Wib Yon Marta kembali mendatangi rumah Robert di nagari Salayo Tanang dengan membawa 40 orang warga Koto Laweh lainnya, dengan maksud melakukan pembalasan atas perla­kuan kasar yang diterimanya dari Antonius.

Sampainya di depan rumah Robert, di Nagari Salayo Tanang, puluhan orang yang dibawa Yon Marta menyerang dengan melem­pari rumah Robert dengan batu dan kayu. Akibatnya, nyaris seluruh kaca rumah Robert yang juga menya­tu dengan kedainya rusak serta membuat beberapa peralatan rumah tangga lainnya berantakan.

Baca Juga : Berbuka Puasa Sembari Menikmati Nuansa Tepi Bukit dengan Pemandian Air Panas Alami di Solsel

Melihat Nagarinya diserang, spontan masyarakat yang berada di kawasan Jorong Pasa, Nagari Salayo Tanang Bukit Sileh turun tangan menghadang. Sehingga, perang batu dan kayu antar dua Nagari ini tidak dapat dihindari.

Perang antar Nagari yang ber­lang­sung sekitar satu jam lebih ini juga mengakibat 2 orang terluka. Salah satunya adalah Yon Marta sendiri, warga Koto Laweh yang terluka di bagian kepala karena lemparan batu. Tak hanya rumah orangtua Robert yang jadi bulan-bulanan warga Koto Laweh. Rumah Zainal, 40, yang berada di kawasan Jorong Pasa, Nagari Salayo Tanang Bukit Sileh sehingga Nabil (anak Zainal) juga ikut terkena lemparan batu tersebut.

Baca Juga : Terapkan Prokes Ketat, Pesantren Ramadan Kembali Digelar Pemko Padang Panjang

Mendapat laporan dari pihak Ma­polsek Lembang Jaya, Kasat Intelkam Polres Arosuka Solok Iptu Sosmedya yang kebetulan sedang berada di Nagari Alahan Panjang, langsung menuju ke lokasi kejadian berama beberapa orang anggota lainnya.

Selang beberapa saat, Kapolres Arosuka AKBP Tommy Bambang Irawan bersama jajaran Mapolres lainnya sampai di lokasi sekitar pukul 21.30 WIB, dan langsung mengkomandoi anak buahnya untuk segera mendamaikan kedua belak pihak yang bersiteru.

Baca Juga : Syuir Syam: Pembangunan Masih Jauh Tertinggal, Perlu Kolaborasi Bangun Sumbar

Kerusuhan massal mulai bisa diredakan sekitar pukul 22.30 Wib, setelah Kapolres Arosuka AKBP Tommy Bambang Irawan dapat melakukan musyarawah di ruangan Mapolsek Lembang Jaya, dengan dihadiri Kasat Pol PP Drs. Raflis MM, Camat Lembang Jaya Syahrial, Wali Nagari kedua belah pihak, tokoh masyarakat dan ninik mamak dari kedua Nagari.

Dari hasil musyawarah yang berakhir sekitar pukul 00.30 Wib malam itu, Kapolres menyebutkan kedua belah pihak telah menye­pakati untuk saling menjaga kamtib­mas di daerah masing-masing. Se­men­tara untuk kelanjutannya, kedua belah pihak menyepakati untuk kembali mnenggelar pertemuan di kantor Mapolsek Lembang Jaya pada hari Kamis (15/1).

“Mereka telah menyepakati un­tuk menggelar pertemuan dan mem­buat perjanjian perdamaian Kamis esok (hari ini-red),” jelas Kapolres.

Sementara terkait kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan akibat kerusuhan ini, Tommy menye­butkan akan dibantu oleh peme­rintah daerah untuk memper­baik­i­nya. “ Pasca kejadian kita telah menelpon Wabup Desra Ediwan, katanya beliau akan membantu warga yang menjadi korban kerusu­han ini,” tambah Tommy.

Kapolres memastikan pasca kejadian itu, suasana di kedua daerah telah kembali kondusif seperti biasanya. Namun untuk kendati demikian untuk menagntisipasi terulangnya kejadian ini, pihaknya masih menempatkan beberapa petu­gas Kepolisian untuk berjaga-jaga.

“ Alhamdulillah suasananya telah kondusif, namun kita tetap akan menyelidiki kasus ini, jika ada unsur pidananya tetap akan kita tindak sesuai hukum yang berlaku,” kata Tommy menyudahi. (h/ndi)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]