BIM, DIM dan KIM


Rabu, 14 Januari 2015 - 19:49:08 WIB
BIM, DIM dan KIM

Gempa yang tercatat pada 8,3 SR itu telah memakan korban ribuan jiwa dan harta tak terhingga. Jadi perhatian dunia, bantuan berdatangan dari berbagai negara, mem­pergunakan pesawat yang dilayani melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Beruntung adanya bandara baru yang bisa didarati berbagai pesawat, baik yang kecil maupun yang berbadan besar.

Baca Juga : Antisipasi Arus Balik Lebaran, Polda Metro Siapkan 12 Titik Pos Pemeriksaan

Moctar Naim dan DIM

Sesudah BIM, Moctar Naim meluncurkan pula Daerah Istimewa Minangkabau (DIM). Berbagai ulasan muncul yang mendukung ide Mochtar Naim dan ada juga yang mempertanyakan, perlukah Sumbar jadi Daerah Istimewa, seperti Aceh dan Yogyakarta ?.

Baca Juga : Satu Korban Luka Kebakaran Pertamina Balongan Meninggal, Total Jadi Empat Orang

Kalau jadi DIM bagaimana dengan Mentawai yang juga bagian dari Sumatera Barat?. Mentawai jelas merupakan salahsatu kawasan hu­kum adat yang ada di Indonesia berbeda dengan hukum adat Minag­k­abau.

Menurut ahli hukum adat Van Vollen Hoven dari Belanda yang dirangkum dalam buku “Pelajaran Hukum Indonesia” karangan Mr. J. T.C. Simorangkir dan Mr. Woerjono Sastropranoto terbitan Gunung Agung 1959, ahli hukum adat itu membagi Indonesia dalam 19 ling­ku­ngan hukun adat.

Antara lain hukum adat Aceh, Batak, Nias, Minangkabau, Menta­wai, Sumatera Selatan, Ternate, Ambon, Irian, Bali, Lombok, Jawa (Jwa Tengah, Jawa Timur, dan Madura) dan Jawa Barat. Apa keun­tungannya jadi daerah Istemewa?.

Permainan KIM

Permainan KIM merupakan per­mainan yang kocak, setiap mem­peringati Hari Pers Nasional (HPN), pengurus PWI Sumbar selalu menga­dakan permainan KIM, guna menghi­bur para wartawan, terutama war­tawan gaek yang telah dimakan usia. Pada acara itu dise­diakan hadiah-hadiah yang dipe­roleh dari sponsor dan pendu­kung lainnya.

Secara nasional permainan KIM itu telah diperkenalkan oleh Idham Rajo Bintang pada acara Jakarta Fair pertama tahun 1968 di Jakarta, pada pemerintahan Gubernur Ali Sa­dikin. Atas jasa-jasa Rajo Bintang, Gubernur DKI menganugerahkan Rajo Bintang sebagia warga kehor­matan Daerah Istimewa Jakarta (DKI).

Kini permainan KIM telah ber­kembang, di samping mengisi kotak-kotak, jika penuh akan memperoleh hadiah, pemain juga dihibur dengan nyanyian KIM yang dibawakan oleh penyanyi yang sudah profesional. Itulah kisah sekelumit dari BIM, DIM dan KIM yang tengah berkem­bang di daerah ini. (*)

 

ERSI RUSLI


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]