Rp 5,7 Miliar Digelontorkan


Kamis, 15 Januari 2015 - 18:47:45 WIB
Rp 5,7 Miliar Digelontorkan

Tahun lalu, pihak RSUD sukses melaksanakan pem­bangunan ruang bedah senilai Rp1,8 miliar, ruang khusus anak dua lantai dengan pagu anggaran Rp 3 miliar, ru­ang instalasi gizi sekitar Rp 900 juta lebih, renovasi tem­pat ibadah (mushala) terma­suk paket PL dengan nilai Rp200 juta dan renovasi gu­dang logistik sebesar Rp153 juta.

Baca Juga : Selama Larangan Mudik, Sebanyak 300 Kendaraan Disuruh Putar Balik di Sumbar

Direktur RSUD Lubuk­sikaping dr. Hidayah menye­butkan, kelengkapan ruang bagi sebuah rumah sakit adalah keharusan untuk dipenuhi. Tujuannya adalah, demi me­ningkatkan pelayanan publik pada bidang pelayanan kese­hatan warga. “Semua gedung tersebut dibangun melalui sumber dana daerah Kabu­paten Pasaman (APBD Kabu­paten). Kita bangga perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk mengakomodir pela­yanan publik di bidang kese­hatan ini,” pungkas dr. Hi­dayah.

Tahun 2015 ini, lanjut dr. Hidayah, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lu­buk­sikaping, akan melan­jutkan pembangunan instalasi ruang senilai Rp 600 juta, ruang paru dan syaraf senilai Rp 3 miliar, dan Ins­talasi Gawat Darurat (IGD) senilai Rp1,7 miliar.

Baca Juga : Dibangun dalam Waktu Sangat Singkat, Masjid Ihsan Sungai Patai Sudah Dibuka

“Untuk IGD, karena per­nah bersengketa, kita harus konsultasi dulu dengan kejak­saan. Kalau sudah ok menurut kejaksaan yang pakar di bidang hukum, baru kita lanjutkan pembangunannya,” tukuk dr. Hidayah.

IGD dianggarkan tahun ini senilai Rp 1,7 miliar terdiri dari Rp 600 juta untuk pe­nyem­purnaan lantai 1 dan Rp 1,1 miliar untuk pem­bangunan lantai dua.

Pada saat Bupati Pasaman Benny Utama melakukan kun­jungan mendadak ke RSUD Lubuksikaping, dia langsung menuju ruang bedah yang sudah tuntas dibangun pada tahun 2014, namun belum dibersihkan untuk dipakai.

“Bersihkanlah bangunan ruang bedah itu segera dan manfaatkan, agar pelayanan publik bidang kesehatan mem­baik dan pembangunannya dirasakan manfaat oleh ma­syarakat, terutama pasien dan keluarga,” tegur bupati kepada Dirut RSUD.

Sementara itu, RSUD Lu­buk­sikaping akan beralih sta­tus menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada tahun 2015. Kepala Bidang Perencanaan dan Pengem­bangan RSUD Lubuk Sikaping Ardiwitra menye­but­kan, RS­UD Lubuk Sikaping menjadi BLUD untuk meningkatkan profesionalitas layanan rumah sakit.

“Perda BLUD akan diba­has tahun ini dan sudah masuk dalam program legislasi dae­rah tahun 2015 yang sudah disepakati oleh DPRD dan pemda untuk pembahasan,” katanya.

Ada empat dokumen yang harus disiapkan untuk jadi BLUD, yaitu dokumen tata kelolah, standar pelayanan minimal, rencana strategi bis­nis, dan dokumen keuangan. Perbedaan paling mendasar BLUD adalah, pihak RSUD nantinya bisa langsung meng­gunakan anggaran rumah sakit tanpa harus melalui pem­ba­hasan panjang dengan tim anggaran dan proses admi­nistrasi keuangan langsung melalui manajemen rumah sakit, bukan kas daerah. (h/col).

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]