Tak Miliki Tong Sampah, Buku Keur Disita


Kamis, 15 Januari 2015 - 18:57:48 WIB
Tak Miliki Tong Sampah, Buku Keur Disita

“Razia ini akan terus di­lakukan bagi angkot yang ter­masuk ke dalam kanalisasi jalur yakni angkot jalur timur, jalur Utara dan Jalur Selatan atau angkot jalur Pasar Raya- Lubuk Buaya, Pasar Raya- Mato aia Taruko, Pasar Raya-Gadut.  Saat ini pihak Dishub masih memberikan toleransi kepada sopir angkot yang tidak memiliki tong sampah, dengan catatan harus segera membeli tong sampah di Pasar Raya,” ucap Malizar.

Baca Juga : Hari Pertama Kerja Usai Lebaran, Pemko Padang Sidak Kehadiran ASN

Ia menambahkan, jika mi­ng­gu depan masih ada angkot yang tidak memiliki tong sam­pah di dalam angkotnya maka buku Keur tidak akan di­kem­balikan.  “Batas akhirnya ming­gu ini, jika tidak ada perubahan maka buku Keur tidak kami kembalikan lagi. Jadi, angkot  itu tidak bisa menambang kem­bali,” ucapnya.

Sementara itu, Dino, sopir angkot jurusan Pasar Raya-Lubuk Buaya, mengaku sudah membeli tong sampah tapi belum diletakkan di mobil.

Baca Juga : Libur Lebaran Usai, Dinkes Kota Padang: Masyarakat Harus Lakukan Tes Swab

“Masih ada di rumah,” kata Dino.  Ia beralasan masih bingung meletakkan tong sam­pah di angkotnya, sebab ruang­an di dalam angkot cukup sempit ditambah lagi ada sou­nd system yang cukup besar. Namun begitu, Dino men­dukung ke­bija­kan Pemko me­n­ciptakan Padang Bersih.

“Saya akan kondisikan dimana letak tong sampah tersebut yang pas. Agar tidak mengganggu kenyamanan pe­numpang,” katanya.

Sementara Yanto (30), so­pir angkot jurusan Pasar Raya-Tabing  mengaku belum mem­beli tong sampah.

Eliwati, penumpang ang­kot Taruko-Pasar Raya, me­ngaku angkot yang ditum­pangi­n­ya kemarin belum ada tong sampah.

“Saya tahu mulai kemarin jika buang sampah sem­barang­an didenda Rp 5 juta atau tiga bulan kurungan. Karena tak ada tong sampah di angkot, plastik bekas kue saya simpan dalam tas. Sampai rumah baru saya buang ke tong sampah,” akunya.

Mardiyanto (32), warga Belakang Tangsi mengaku ku­rang  yakin Perda ini ber­jalan maksimal. Itu karena petugas tidak bisa mengawasi seluruh warga yang membuang sampah sembarangan.

“Atau memang jumlah ko­n­tainer yang kurang. Saya sering melintas di Pantai Pu­ rus, sampah di kontainer itu telah meluber ke luar. Sampah dilempar seenaknya saja dan tidak menjamin apakah sudah masuk ke dalam kontainer. Jika itu saja tidak bisa diatasi, tentu tidak ada artinya tong sampah di dalam mobil,” ujarnya. (h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]