Antara Nama dan Benda


Kamis, 15 Januari 2015 - 19:02:36 WIB
Antara Nama dan Benda

Namun yang perlu dimak­lumi adalah semua nabi mem­punyai mukzizat sendiri-sen­diri dan berlaku pada zaman­nya. Zaman berubah, pimpinan berubah, kekuasaan berubah, peraturan pun berubah, setiap peraturan yang berubah ten­tunya peraturan yang terakhir yang berlaku. Contoh pada zaman rasul dahulu orang salat waktunya 50 kali sehari se­malam sekarang diperingan menjadi 5 kali sehari semalam. Nampaknya angka 5 di sini banyak memiliki kelebihan dan banyak digunakan dalam keperluan sehari-hari, mi­salnya saja salat 5 waktu, ke­lompok jari kita 5 juga, hidup kita juga mengalami dan men­jalani 5 alam yaitu dimulai dari alam roh, alam kandungan, alam didunia, alam kubur/barzah, alam akhirat, dasar dan filosofi NKRI juga 5 (pan­casila). Supaya sembahyang kita khusuk kita juga harus memahami 5 hal, antara lain siapakah sebenarnya yang di­sem­bah dan siapa pula yang menyembah. Dimana dan ke­mana tempat menyembah yang tidak menyerikati Allah dan kapan pula saatnya me­nyem­bah. Kemudian apa yang se­benarnya yang diper­sem­bah­kan oleh setiap hamba Allah. Apabila tidak memahami pe­ngertian ini pada umumnya waktu salat dan saatnya tak­b­biratul ikhram kenbanyakan datang atau timbul angan-angan mengenai misalnya u­tang, pacar, masa lalu yang indah, perasaan dongkol ke­pada rekan dan lain-lain, atau malah pikiran kosong tak menentu yang itu semuanya adalah bagian dari pada tugas setan atau iblis untuk meng­godanya sehingga jadi tidak khusuk salatnya. Bilamana sembahyang semacam ini ma­ka situasinya dapat disamakan dengan pengertian pada SQ 8 (Al-anfal ayat 35). Oleh karena itu carilah jawabannya dan semua jawabannya ada tertulis di dalam kitab Al-quran ting­gal kita jeli dan tekun mem­pelajarinya. Insyaallah bila 5 hal ini dipahami maka kriteria khusuk akan didapat dan dija­min fondasi keislamannya akan kuat sekalipun mendapat godaan serta rayuan dari agama dan kepercayaan lain. Tidak usah takut adanya usaha meng­nonislamkan atau adanya aja­ran sesat yang perlu para pen­dakwah atau dai kita me­ning­katkan diri dalam penge­tahuan dan tekhnik ceramahnya dan tidak usah memberi contoh dengan cara menggunjing ora­ng dan dikaitkan dengan masa­lah politik. Biarlah politik ber­jalan sendiri di jalurnya ma­sing-masing. Seseorang yang melakukan syiar agama de­ngan benar dan rela honor dari Allah nilainya lebih besar bila dibandingkan dengan oleh-oleh yang diberikan oleh si pengundang sebagai ucapan terima kasih. Kembali ke masalah keunikan angka 5 tadi yang sebenarnya masih banyak contoh yang lain lagi namun tidak bermaksud men­des­kre­ditkan angka yang lain. Angka 50 pun juga digunakan untuk sebagai perbandingan antara waktu di dunia dengan waktu di alam metafisika (alam roh dan malaikat). Untuk lebih asyiknya kita mengetahui ten­tang roh walaupun SQ 17 (Al-isra ayat 85) dalam firmannya mengatakan bahwa hanya sedi­kit saja yang mengetahui ten­tang rahasia roh karena ma­salah roh adalah urusan tuhan­ku (Allah). Untuk mem­be­rikan gambaran tentang po­tensi roh mari kita simak SQ 70 (al Ma’ary ayat 4) yang menyebutkan bahwa malaikat dan roh bila akan menghadap Allah melakukan perjalanan satu hari di alam roh. Per­samaan satu hari alam roh sama dengan 50.000 (lima puluh ribu) tahun di dunia atau di bumi kita ini. Kalau kita be­randai-andai dengan meng­gu­nakan rumus matematika yang pada umumnya dipelajari da­ri SD sampai dengan pergu­ru­an tinggi pada jurusan ilmu ek­sakta dapat diketahui bahwa :

Baca Juga : Puluhan WN China Masuk Indonesia, Publik: Warga Sendiri Dilarang Mudik!

Bumi kita melakukan per­ja­lanan mengelilingi matahari dalam kurun waktu 1 tahun selama 365 hari. Berdasarkan pengetahuan empiris dari para ahli ilmu Falaq dan ilmu alam maka dapat diketahui bahwa perjalanan sinar/cahaya dari matahari sampai ke bumi me­merlukan waktu 8 menit (un­tuk ini kita percaya saja kepada mereka para pakar ilmu fisika). Kecepatan sinar = 300.000 km perdetik. Jadi selama 8 menit sinar mela­kukan per­jalanan sepanjang 8 x 60 x 300.000 = 144.000.000 km. jarak ini merupakan jari-jari antara bumi dan matahari. Rumus lingkaran adalah 2xpxr jadi bumi mengelilingi ma­tahari sepanjang 2 x 3,14 x 144.000.000 km = 904.­­320.­000 km. seandainya angka ini kita umpamakan meru­pakan perjalanan roh dan malaikat dalam rangka menghadap Tu­han yang dalam firmannya dipersamakan sama dengan 50.000 tahun maka perjalanan mereka = 50.000 x 904.­320.­000 = 4,5216 x 1013 (pangkat 13) km. Apabila dicari kece­patannya dalam satuan detik maka 4,5216 x 1013 dibagi dengan 60 x 60 x 24 = 523.­333.333,3 km perdetik. Bila kecepatan ini diper­ban­ding­kan lagi dengan kecepatan sinar maka harus dibagi lagi dengan 300.000 yang hasilnya akan men­da­patkan kelipatan = 1.744,4 kali dari kecepatan sinar. Apabila kita masukkan ke­pada rumus dinamika ten­tang perhitungan tenaga gerak (Al­bert Einstein) maka tenaga gerak (energy) adalah meru­pakan perkalian antara masa dengan kecepatan kuadrat K = mv2 dimana kecepatan pada alam metafisika telah dite­mukan 1744,4 kali kecepatan sinar. Apabila kita me­ng­asumsikan masa ma­nusia de­ngan roh dianggap sama maka semua perhitungan formula baik menyangkut ja­rak tempuh maupun waktu tempuh serta tenaga do­rong­nya akan mengalami perban­dingan kuadrat dari 1744,4 kali keadaan didunia. Kalau angka ini kita tuliskan pada kalkulator atau kertas pada komputer tidak akan tertam­pung. Oleh karena itu dalam ilmu eksakta sering disebut bilangan imajiner (cukup da­lam ingatan saja) demikian pula orang yahudi yang dile­bihkan derajatnya oleh tuhan dan dibela oleh angkatan pe­rang Amerika dengan pera­latan yang serba canggih dija­min tidak mampu membuat pesawat dan peluru kendali yang kecepatannya sama de­ngan kecepatan roh. Jadi menurut hemat kami apabila manusia rohnya bergerak sesa­at ada di Padang dan sesaat lagi mungkin di Jakarta atau tem­pat lainnya adalah wajar saja mengetahui keadaan di sana. Dengan kata lain tempat start roh dan tem­pat finishnya ham­pir ber­him­pitan apabila dia melakukan perjalanan bolak balik. Bah­kan ada sebagian orang tua kita yang menga­takan entah roh kita yang nengok ke sana atau barangnya yang datang ke otak kita belum ada yang bisa men­jawab de­ngan baik dan benar. Dalam pengertian ini  jatuhnya pada ingatan sesaat kita mem­ba­yang­kan istri tercinta dipadang sesaat kita ingat anak kuliah di Unpad di Bandung. Jadi di sini kemampuan kecepatan per­jalanan antara roh, malaikat, dan iblis sama di alam meta­fisika hanya beda tugasnya. Kalau roh mengem­bara di dunia melalui jasadnya ma­sing-masing malai­kat menga­wasi dan iblis menggoda seka­ligus penghalang dalam menu­ju keimanan dan ketaqwaan.

Demikianlah sedikit wawa­san kami dalam rangka ikut meningkatkan keyakinan da­lam ketetapan iman dan ketaq­waan agar saudara kita kaum muslimin dan muslimat tidak mudah tergoda oleh beberapa ajaran yang berkedok Islam namun sebenarnya kelompok klenik/kebatinan yang ata­sannya dari setan/iblis dan mungkin ada pada prinsip teroris yang akan merusak kehidupan kita sehari-hari. Setinggi apapun kesaktian dari aliran itu kalau berasal dari ilmu setan (black magic) tetap tidak akan dapat menandingi kesaktian dari maunah Allah yang ada pada hamba Allah yang tawaqal dan saleh. Pe­gang­lah ungkapan “Allah pasti Tuhan tetapi Tuhan belum tentu Allah”.  Terimakasih atas perhatiannya dan bilamana di sana sini ada kekurangannya kami mohon maaf sebab kami manusia biasa penuh dengan keterbatasan pengetahuan.***

Baca Juga : Fraksi PKS DPR RI: Setop Eksperimen Kelembagaan Ristek

 

SOEHARTONO

Baca Juga : Segera Daftar, Kompetisi Inovasi PLN Berhadiah Satu Miliar Ditutup 24 Mei

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]