Setelah Lumuik Sungai Dareh, Lumuik Pasaman dan Suliki Siap “Bersaing”


Kamis, 15 Januari 2015 - 19:09:11 WIB
Setelah Lumuik Sungai Dareh, Lumuik Pasaman dan Suliki Siap “Bersaing”

Wakil Ketua Komunitas Batu Akik Mulia Sumatera Barat, Rudi Rasyid, saat dite­mui Haluan di salah satu gale­ri batu akik mengungkapkan, batu dengan standar kekerasan mineral di atas 7 skala mosh telah masuk kategori batu permata. Semakin tinggi keke­rasan mineralnya, maka sema­kin tinggi pula nilai jualnya.

Baca Juga : Etika Politik Koalisi PKS dan PAN dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

“Lumuik Sungai Dareh, kita akui sebagai batu akik yang paling digemari di Sumbar. Penyuka batu yang belum memilikinya, pasti ingin segera memilikinya. Kerap kita dengar jika seseorang meminta batu pada temannya yang kolektor batu, yang diminta pasti Lumuik Sungai Dareh. Namun disamping itu, kita pantas mendukung batu lokal jenis lain seperti Lumuik Pasaman dan Lumuik Suliki, agar bisa bersaing di tingkat nasional, bahkan internasional,” ucap Rudi.

Rudi melanjutkan, Lumuik Pasa­man dan Suliki punya semua syarat untuk mendunia, sama halnya de­ngan Lumuik Sungai Dareh. Untuk itu, promosi seperti yang telah digiatkan pada Lumuik Sungai Dareh sebe­lumnya layak dicobakan pula pada Lumuik Pasaman dan Lumuik Suliki tersebut. Contoh, dijadikan cen­deramata oleh kepala daerah di Sumbar untuk tamu yang berkunjung ke daerah masing-masing.

Baca Juga : Politik dan Etika Berkelindan dalam Pengisian Jabatan Wawako Padang

Toni (25) salah seorang pengu­saha batu akik mengaku tengah fokus menjual batu akik jenis Lu­muik Suliki. Sama seperti yang diungkapkan Rudi, Lumuik Suliki menurut Toni memiliki semua sya­rat untuk maju ke pentas nasional, bahkan internasional.

“Saya sedang fokus pada pro­mosi dan penjualan Lumuik Suliki, karena besarnya potensi batu itu untuk sukses, seperti Lumuik Sungai Dareh yang sudah lebih dulu punya nama. Harga Lumuik Suliki saat ini sudah mulai naik, peminat dari luar daerah Sumbar juga sudah mulai banyak. Ini tentu sangat menggem­birakan bagi perkem­bangan Lumuik Suliki itu sendiri,” ucap Toni.

Baca Juga : Jangan Terlalu Bersedih Jika Kamu Dihinakan

Nangna (32), pengusaha dan pengrajin batu akik, serta pemilik galeri batu Nang Na Gems yang berada di pintu masuk Jembatan Siti Nur­baya, turut mengungkapkan, Lumuik Sungai Dareh masih menja­di jenis batu akik yang paling banyak dicari orang ke galerinya. Selain itu, aktifitas penjualan lewat dunia maya juga banyak bersinggungan dengan tawar menawar Lumuik Sungai Dareh.

“Untuk bisnis batu yang saya jalankan di galeri maupun online, dari segi ketertarikan hanya batu Bacan yang mampu menyaingi Lumuik Sungai Dareh. Bacan sen­diri memang wajar mampu me­nyaingi karena merupakan batu kualitas nomor satu dan bernilai paling tinggi di Indonesia. Tapi untuk Sumbar sendiri, tetap Lumuik Sungai Dareh menjadi raja tanpa tandingan,” ucap Nangna.

Baca Juga : Mengapa Isu Presiden 3 Periode Kembali Berhembus?

Harga Sesuai Kualitas

Bicara harga, Rudi Rasyid me­nga­ku pernah menjual sendiri bahan Lumuik Sungai Dareh jenis Kum­bang Janti seharga Rp180 juta, padahal ukuran bahan tersebut hanya sebesar telapak tangan. Na­mun, kualitas bahan yang dijualnya saat itu memang yang terbaik untuk jenis Kumbang Janti, sehingga mampu menyentuh angka setinggi langit. “Harga bahan dasar ataupun yang telah siap pakai selalu beragam, makin tinggi kualitasnya makin tinggi pula nilai jualnya,” ucap Rudi.

Nangna menegaskan, bisa saja batu ukuran besar dijual dengan harga murah karena kualitas kan­dungan yang rendah, tapi bisa juga batu seukuran ujung kuku dijual dengan harga tinggi karena kualitas kandungan yang luar biasa. “Intinya sesuai dengan kualitas dan kan­dungan,” ucap Nangna, seraya mem­perlihatkan bahan batu akik jenis bacan yang akan dilepasnya seharga Rp120 juta.

Galeri Batu Akik Kian Menjamur

Gubernur Sumbar, Irwan Prayit­no mengapresiasi tinggi para peng­giat industri batu akik, “Dari batu yang selama ini kurang diperhatikan, bisa diolah menjadi komoditi unggu­lan yang berdaya saing ekonomi. Kita sangat mengapresiasi hal ini,’’ ucap Irwan pada pembukaan salah satu festival batu akik Sumbar baru-baru ini.

Trend Batu akik memang sedang booming. Di saat banyak persoalan menimpa negeri, kehadiran trend batu akik seolah menjadi pelipur lara dengan kilatan dan kilauannya. Banyak masyarakat yang dulunya hidup susah, banting stir jadi peng­rajin batu akik dan akhirnya mera­sakan hidup enak serba berke­cukupan. Tak disangkal lagi, trend batu akik adalah berkah.

Tidak terhitung banyaknya galeri batu akik saat ini. Jika dulu pusat galeri batu akik yang paling terkenal ada di emperan Janjang 40 Bukit­tinggi, sekarang di Kota Padang saja galeri batu akik sudah eksis nyaris di setiap simpang. Dalam satu galeri, ada 5 sampai 10 pengunjung yang datang silih berganti.

“Itu baru soal galeri yang menja­mur. Sedangkan untuk penambang, mungkin tidak akan percaya kalau belum melihat sendiri aktifitas tambang batu akik di Padang Aro, Solok. Ada seribuan orang lebih yang berprofesi sebagai penambang batu akik di sana,” ucap Rudi.

Rudi mengungkapkan betapa beruntungnya Sumbar telah dianu­gerahi tanah yang mengandung ber­bagai jenis batu akik. Namun kele­mahan pada segi pengelolaan sumber daya itu sendiri masih be­lum ter­pecahkan hingga saat ini. Menurut Rudi, jika pemerintah turut andil memberikan perhatian dengan mene­tapkan aturan yang jelas, maka akan semakin banyak masyarakat Sumbar yang dapat merasakan manisnya anugerah alam yang diselipkan ke bumi Sumbar tersebut.

Orang yang berkecimpung di dunia batu akik, baik itu penambang, distributor, pengrajin maupun pe­ngu­saha, semuanya merasakan be­tapa manisnya anugerah tersebut. Namun anugerah itu akan terasa lebih adil dan manis, jika pemerintah mem­berikan perhatian penuh terha­dap industri yang tengah ber­kem­bang ini. tentunya melalui aturan-aturan yang jelas sehingga setiap masyarakat merasakan anugerah tersebut.

“Batu ini merupakan hasil alam, seluruh orang Sumbar sebenarnya berhak merasakan anugerahnya secara adil. Untuk itu diperlukan perhatian pemerintah dalam pe­ngem­bangannya. Contoh, dengan segera mendirikan sentra batu akik, sehingga para pedagang makanan juga bisa menggelar dagangannya, karena dapat dipastikan sentra batu akik itu akan ramai pengunjung,” tutup Rudi setengah berharap. (*)

 

Oleh:
JULI ISHAQ PUTRA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]