Mengembangkan Kreativitas Anak


Jumat, 16 Januari 2015 - 20:10:40 WIB
Mengembangkan Kreativitas Anak

Bagaimana peran orang­­tua utk mengembangkan kre­ativitas anak ?

Baca Juga : Sambut Lebaran, Garena Free Fire Kembali Adakan in-Game Event dan Live Streaming

Kreativitas anak akan ber­kembang jika orangtua selalu bersikap otoritatif (demok­ratik), yaitu : mau men­dengar­kan omongan anak, meng­hargai pendapat anak, men­dorong anak untuk berani mengungkapkannya. Jangan memotong pembicaraan anak ketika ia ingin mengung­kap­kan pikirannya. Jangan me­mak­sakan pada anak bahwa pendapat orangtua paling benar, atau melecehkan pen­dapat anak

Orangtua harus men­do­rong anak untuk berani men­coba mengemukakan penda­pat, gagasan, melakukan se­suatu atau mengambil ke­putusan sendiri (asal­kan tidak mem­bahayakan atau me­ru­gikan oranglain atau diri sendiri). Jangan meng­an­cam atau men­ghu­kum anak kalau pendapat atau per­buatannya di­ang­gap salah oleh orangtua. Anak tidaklah salah, mereka umumnya belum tahu, dalam tahap belajar. Oleh karena itu ta­nyakan mengapa me­reka berpendapat atau berbuat demikian, be­ri kesempatan untuk mengemukan alasan-alasan. Berikanlah con­toh-contoh, ajaklah berpikir, jangan didikte atau dipaksa, biarkan mereka yang memper­baikinya dengan cara­nya sendiri. Dengan demikian tidak mematikan keberanian mereka untuk menge­mu­ka­kan pikiran, gagasan, pen­dapat atau melakukan sesuatu.

Baca Juga : Idul Fitri Sebentar Lagi, Yuk Bikin Kue Kacang Krenyes untuk Lebaran

Selain itu orangtua harus mendorong kemandirian anak dalam melakukan sesu­atu, menghargai usaha-usaha yang telah dilakukannya, mem­beri­kan pujian untuk hasil yang telah dicapainya walau sekecil apapun. Cara-cara ini meru­pakan salah satu unsur penting pengembangan kreativitas anak.

Keluarga harus me­rang­sang anak untuk tertarik meng­a­mati dan mempertanyakan tentang berbagai benda atau kejadian disekeliling kita, yang mereka dengar, lihat, rasakan atau mereka pikirkan dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua harus menjawab dengan cara menyediakan sarana yang semakin merangsang anak berpikir lebih dalam, misalnya dengan memberikan gambar-gambar, buku-buku. Jangan menolak, melarang atau menghentikan rasa ingin tahu anak, asalkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain.

Baca Juga : Gaya Kekinian, Pakai Kutek Ini Tetap Bisa Salat Loh

Orangtua harus memberi kesempatan anak untuk me­ngem­bangkan khayalan, me­re­nung, berfikir dan mewu­judkan gagasan anak dengan cara masing-masing.  (h/bdk)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]