Pengusaha Tambang Terkesan Membangkang


Jumat, 16 Januari 2015 - 20:18:24 WIB
Pengusaha Tambang Terkesan Membangkang

Wakil Walikota Paya­kum­buh, Suwandel Muhktar, keti­ka diminta komentarnya, Ka­mis (15/1) terkait berope­rasinya kembali usaha penam­bangan di bukit Palano terse­but sangat menyayangkan pem­­bangkangan oleh oknum pengusaha tambang tersebut. “Kita sudah menghentikan aktifitas tambang tersebut, karena sangat berdampak ke­pada lingkungan,” ujar Suwan­del Muhktar, sembari me­minta Sekdako meme­rintah­kan Satpol PP untuk meng­hentikan kembali kegiatan tambang tersebut.

Baca Juga : Wagub Sumbar: Perencanaan Food Estate Masih Banyak Masalah, Butuh Pengawasan!

Sedangkan  Sekdako Paya­kumbuh, Benny Warlis, di­dam­pingi Kepala Dinas Tata­ruang dan Kebersihan Pemko Payakumbuh, Linda Kamal, terkejut mendapat informasi adanya aktifitas lanjutan tam­bang pengurukan tanah di bukit Palano tersebut. “Kita tidak pernah menerbitkan izin, jika benar adanya aktiftas penam­bangan di bukit Palano terse­but kegiatan itu jelas illegal “ ujar Benny Warlis.

Sementara itu, Kepala Dinas Tataruang dan Keber­sihan Pemko Payakumbuh, Linda Kamal, dihadapan Sek­da­ko mengaku tidak pernah memberikan izin kepada pengu­saha tambang. “Belum ada dikeluarkan izin untuk penambangan itu, kalau me­mang ada kegiatan penam­bangan di lokasi tersebut hal itu jelas liar dan illegal” se­butnya.

Baca Juga : Sinergitas Antar Rumah Sakit Bisa Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Sumbar

Seorang tokoh masyarakat Koto Nan Ampek, Astra Santa­yana, ketika diminta komen­tarnya menyesalkan adanya usaha pembangkangan oknum pengusaha tambang galian C di Bukit Palano terse­but. Dia tidak hanya menye­salan sikap oknum pengusaha tambang yang terkesan ‘basi­banak’ un­tuk mencari keun­tungan. Na­mun sikap tegas Pemko didu­kung untuk bertin­dak tegas, termasuk peranan Satpol PP yang bertugas me­ngawasi pro­duk hukum yang dilahirkan Pemko. (h/zkf)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]