Jembatan Putus, Jorong Terisolir


Jumat, 16 Januari 2015 - 20:21:04 WIB
Jembatan Putus, Jorong Terisolir

Dikatakannya, pada Sungai Batang Sinamar di Kecamatan Harau , ratusan hektar areal pertanian warga,  terendam air bah yang datang secara tiba-tiba. Ratusan petak sawah masyarakat yang rencana akan panen, jadi gagal akibat diren­dam air. Begitupun, gabah yang sudah dikumpulkan peta­ni dan hewan ternak ikut  di­hanyutkan arus air.

Baca Juga : Terduga Gembong 500 Gram Sabu Diciduk Polisi

Tak hanya itu, ratusan ru­mah warga ikut diterendam air setinggi pinggang orang dewa­sa. Seperti di Nagari Harau, Nagari Taram dan Nagari Sari­lamak. “Petani gagal panen, rumah warga direndam air dan hewan ternak  mati diseret air,” katanya lagi.

Setidaknya, 3 ekor kerbau milik petani di Jorong Aia Putih, Nagari Sarilamak  mati akibat dibawa arus air bah. BPBD Limapuluh Kota lang­sung memberikan pertolongan terhadap warga korban air bah. Mereka dievakuasi ke tempat yang lebih aman.”Warga yang menjadi korban air bah, lang­sung kita evakuasi. Satu unit sekolah ikut direndam banjir, yakni SD 01 Tarantang Keca­matan Harau. Murid sekolah tersebut, terpaksa dilibur­kan,”­ungkap Firman serta Rama­dinol Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Limapuluh Kota.

Baca Juga : Simpan Sabu Dalam Koper, Sepasang Pasutri Dicokok Polisi

Kemudian, di Kecamatan Kapur IX, satu unit jembatan yang melintang di Sungai Ba­tang Maek, terputus akibat dibawa arus air sungai yang cukup tinggi. Jembatan yang menghubungkan antara jorong Koto Lamo dengan Jorong Koto Tangah, putus total. Akibatnya, Jorong Koto Ta­ngah yang berada di ujung di Kecamatan Kapur IX jadi terisolir. “Satu jorong terisolir akibat jembatan putus. Jem­batan tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat setempat. Setidaknya hampir 500 jiwa yang berada di Jorong Koto Tangah jadi teris­o­lir,­”katanya lagi.

Untuk saat BPBD Kabu­paten Limapuluh Kota terus berupaya untuk membuat jem­batan darurat dalam meng­hubungkan kedua jorong terse­but. “Jembatan tersebut, sebe­lumnya pernah dibawa arus air sungai. Kemudian dibangun lagi jembatan darurat. Tetapi, akibat hujan kemarin dan meluapkan air sungai sehingga jembatan kembali di hanyut­kan air sungai,” ungkap Rama­dinol.

Baca Juga : Rp500 Juta Raib, Nasabah Bank di Kediri Dirampok

Tak sampai, pada ruas jalan propinsi yang menghubungkan Kecamatan Suliki dengan Ke­ca­matan Bukit Barisan, terban sepanjang 15 meter. Hampir separuh dari badan jalan yang terletak di Jorong Koto Ta­ngah, Nagari Koto Tangah Kecamatan Bukit Barisan, dibawa arus air.  Akibatnya, transportasi menuju ke pem­bangunan monumen PDRI di Koto Tinggi jadi putus total. “Kita perkirakan, kerugian akibat bencana sepanjang Ra­bu kemarin hampir Rp 1 Miliar. Seperti kerugian pada segi pertanian yang merendam ratusan hektar sawah petani, perumahan warga, hewan ter­nak yang mati, jembatan yang putus hingga jalan terban. Begitupun, bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa. Untuk saat ini, kondisi air sudah mulai surut,” ujar Fir­man­sah serta  Ramadinol dari BPBD Kabupaten Limapuluh Kota. (h/ddg)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]