Konversi Mita ke Gas Masih Terus Berlanjut


Jumat, 16 Januari 2015 - 20:21:43 WIB
Konversi Mita ke Gas Masih  Terus Berlanjut

PADANG, HALUAN – Konversi minyak Tanah (Mita) ke gas masih terus bergulir di Sumtera Barat (Sumbar). Sejauh ini, dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, baru tiga wilayah yang dinyatakan close atau dalam makna lainnya sudah selesai melakukan konversi.

Tiga wilayah yang sudah konversi itu yaitu, Kota Pa­dang, Kota Pariaman dan Sa­wahlunto. Untuk ketiga wila­yah yang sudah dinyatakan close ini tidak akan ditemukan lagi Mita bersubsidi.

Baca Juga : Selama Larangan Mudik, Sebanyak 300 Kendaraan Disuruh Putar Balik di Sumbar

Status close sendiri dike­luar­kan oleh pertamina, di­mana jumlah konversi telah memenuhi kuota yang diaju­kan kabupaten/kota melalui pendataan konsultan. Seha­rusnya status close ini diringi dengan dikeluarkannya Kartu Kendali oleh Dirjen Migas yang mempertegas bahwa dae­rah yang dinyatakan close kon­versi tidak boleh lagi mendapat jatah Mita bersubsisdi.

Namun, Kepala Dinas Ener­gi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Marzuki Mahdi kepada Haluan me­ngatakan belum menerima Kartu Kendali dari Dirjen Migas, sehingga daerah yang dinyatakan close masih mung­kin mendapat jatah Mita ber­subsidi.

Baca Juga : Dibangun dalam Waktu Sangat Singkat, Masjid Ihsan Sungai Patai Sudah Dibuka

“Seharusnya, daerah yang dinyatakan close ini tidak lagi mendapat jatah Mita ber­sub­sidi melainkan Mita de­ngan harga jual ekonomis. Ditam­bahkannya, untuk pelaksanaan konversi ini sen­diri merujuk keada data yang dikeluarkan konsultan di dae­rah. Kuota konversi berdasar­kan permin­taan pemerintah daerah.

Sementara itu, Sales Re­pre­sentative Pertamina Re­gional 1 Padang, Sulistya Adi menejelaskan,  pada tahun 2013,  Pertamina sudah men­distribusikan sebanyak 424. 676 paket LPG 3 Kg untuk wilayah Sumbar, kecuali Ka­bu­paten Kepulauan Mentawai.

Lebih lanjut dikatakan Sulistya, sementara pada tahun 2014 lalu Pertamina telah mendistribusikan 333.707 paket. “Memang tidak semua permintaan dari pihak kelurahan yang diakomodir oleh Pertamina, karena yang mendapatkan bantuan tersebut adalah warga yang sudah didata oleh konsultan,” paparnya.

Sulistya menekankan, bah­wa yang mendapatkan bantuan konversi minyak tanah ke gas bukanlah semua warga, karena bantuan tersebut diperun­tuk­kan bagi mereka yang sebe­lumnya menggunakan minyak tanah dan yang belum sama sekali menggunakan gas.

“Kalau yang di Solok Sela­tan (Solsel) dan Pesisir Selatan (Pessel) belum semua keca­matan dilakukan pembagian secara menyeluruh. Untuk kelanjutannya di tahun 2015 ini kami menunggu kabar dari pusat dahulu karena ini kan program dan wewenangnya pusat,” ujarnya, Kamis (15/1).

Katika ditanya berapa tar­get Kepala Keluarga (KK) lagi yang akan didistribusikan pada tahun 2015 ini, ia mengatakan tergantung dari Dirgen Migas, pada dasarnya ia siap saja kalau pusat mengistruksikan untuk mendistribusikan kembali bantuan gas 3 kg ini.

Kalau untuk di Padang tahun 2013 sudah 131 ribu paket yang didistribusikan. Tahun 2015 ini jika ada per­min­taan lagi dan pemerintah menyetujuinya maka baru pihak pertamina akan men­distribusikannya kembali.

“Pendistribusian di kabu­paten/kota sudah mencapai 70 hingga 80 persen. Namun, untuk kuta tahun ini kita tunggu permintaan kabupaten/kota,” tutupnya. (h/mg-isr/h/mg-rin)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]