Pembebasan IWAPI, Pemko Angkat Tangan


Jumat, 16 Januari 2015 - 20:25:33 WIB
Pembebasan IWAPI, Pemko Angkat Tangan

Lagi pula SPR saat ini tidak bisa lagi untuk menampung pedagang Iwapi. Pasalnya, semenjak 28 Desember matahari departmen store sudah ada di SPR, sehingga petak toko tidak akan mencukupi lagi bagi pedagang Iwapi.

Baca Juga : Hari Pertama Kerja Usai Lebaran, Pemko Padang Sidak Kehadiran ASN

“ Iya, ada beberapa kendala yang kita hadapi di lapangan sehingga target untuk membebaskan Iwapi di tahun 2014 ini belum bisa terwujud,” papar Hendrizal Azhar, kemarin (16/1).

Ia menambahkan, kegagalan Pemko untuk mem­bebaskan Iwapi di tahun 2014 karena ada beberapa pedagang yang tidak setuju untuk dipindahkan ke SPR. Selain itu, ada beberapa pedagang juga yang daga­ngannya berupa alat berat seperti besi, sehingga memang butuh tempat yang agak luas. “Makanya tidak bisa kita paksakan pedagang untuk pindah, kita harus paham dengan kondisi pedagang,” tuturnya.

Baca Juga : Libur Lebaran Usai, Dinkes Kota Padang: Masyarakat Harus Lakukan Tes Swab

Lagi­pula, Komplek Iwapi sudah habis masa pakainya yakni 30 tahun, jelas Hendrizal Azhar. Sedangkan di dalam ketentuannya hanya selama 25 tahun. Walaupun begitu, Pemko tidak bisa memaksa pedagang untuk mengosongkan komplek Iwapi tanpa ada solusi bagi pedagang. Jumlah pedagang Iwapi secara keseluruhan 244 pedagang, jumlah tersebut ada yang aktif dan ada yang tidak aktif. Perbandingan antara pedagang yang aktif dengan yang tidak aktif 1 banding 2.

“Pedagang kita beri pengertian bahwa masa pakai komplek tersebut sudah habis, kalau terjadi roboh atau hal-hal yang tidak diinginkan siapa yang akan bertanggungjawab. Tetapi, kita juga tidak ingin mengusir mereka tanpa mencari solusi yang cocok juga bagi pedagang,” papar Hendrizal Azhar.

Di Pasar Raya Padang sendiri akan direncanakan tiga pangkalan angkot. Dengan begitu diharapkan dapat mengu­rangi kepadatan arus lalu lintas menuju pusat perda­ga­ngan. Pangkalan Iwapi akan diplot untuk angkot jurusan arah barat, pang­kalan Pasar Raya samping Kantor Balaikota lama untuk angkot arah timur, sedangkan pangkalan Atom Shoping Centre untuk ang­kot arah selatan.

“Tahun 2014 ini baru pangkalan angkot arah timur samping Kantor Balaikota. Kita berharap dua titik lagi bisa selesai lahan 2015 mendatang,” paparnya.

Sementara Ketua Kesatuan Pedagang Pasar (KPP) Asril Manan setuju dengan niat Dinas Perhubungan dan Dinas Pasar untuk membangun terminal, tetapi pemindahan juga ada solusi. Jangan nanti setelah pindah pedagang terzalimi dan tidak diperhatikan oleh Pemko.

“Kami mendukung niat baik Dinas Perhubungan dan Dinas Pasar Padang untuk mem­bangun terminal di Komplek Iwapi, jika pedagang dica­rikan tempat untuk berdagang. Kami sendiri sebagai pedagang setuju sekali dengan pembangunan terminal di Pasar Raya ini,” ka­ta Asril Manan.

Tino, sopir angkot Tabing menjelaskan angkot sangat membutuhkan kehadiran terminal, ini untuk mengantisipasi macet di Depan Masjid Muham­madiyah. Lagipula, saat ini kawasan tersebut banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggunakan trotoar di lokasi masjid, padahal itu untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

“Mohon Pemko memikirkan imbas dari tidak adanya terminal angkot di Pasar Raya Padang,” ucapnya. Begitu juga yang diharapkan oleh Andi, Sopir angkot Siteba. Menurutnya, semenjak Kawasan SPR dan PA dijadikan pertokoan, bisa dikatakan terminal tidak ada lagi di Kota Padang. (h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]