Tarif Angkutan Turun Hanya 6 Persen


Jumat, 16 Januari 2015 - 20:36:31 WIB
Tarif Angkutan Turun Hanya 6 Persen

“Seperti makan buah simalakama, mau tidak mau kita harus menurunkan tarif ini. Kalau kita tetap bertahan tentu masyarakat akan marah, tapi kalau kita turunkan sedangkan harga barang belum menunjukkan penu­runan,”  paparnya.

Baca Juga : Tempati Rumah Dinas, Hendri Septa Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan

Hanya saja, Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi (Dihubkominfo) Sumbar tidak akan me­ngamini begitu saja keinginan Organda. Karena, untuk menentukan nilai tarif angkutan bukanlah Organda, namun pemerintah daerah. Sedangkan Organda hanya bagian dari penentuan.

“Jika Organda yang berkeinginan pasti tidak mau turun banyak. Karena itu keinginan mereka. Tapi yang menentukan itu adalah pemerintah,” ungkap Ka­dishubkominfo Sumbar Amran, Jumat (16/1) kemarin.

Baca Juga : Di Depan Doni Monardo, Gubernur Rekomendasikan Pinago sebagai Penahan Abrasi

Untuk itu setelah harga baru harga BBM berlaku. Maka Pemprov Sumbar, melalui Dishubkominfo akan langsung memproses pene­tapan tarif angkutan baru. Seiring dengan turunya harga BBM. “Sete­lah berlaku, kita akan langsung bahas, karena ini menyakut dengan harga barang-barang nantinya. Kita juga akan melibatkan kabupaten/kota,” sebutnya.

Kemarin, Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan harga baru BBM. Harga premium dari sebe­lumnya, Rp7.600 turun menjadi Rp6.600, sedang solar dari Rp7.250 menjadi Rp6.600. Dalam kesempa­tan sama, harga semen juga diu­mum­kan turun senilai Rp3.000 dari harga sebelumnya.

Baca Juga : Ini Besaran Zakat Fitrah dan Fidyah Tahun 2021 di Padang

Apa yang dirancang oleh Dis­hub­kominfo tersebut juga menjadi harapan banyak warga. Diah, warga Dadok Tunggul Hitam ini misalnya. Ia berharap dengan turunnya harga BBM  tarif angkutan seperti ang­kutan kota (Angkot) juga turun. Karena setelah dua kali BBM turun namun tariff angkutan angkutan belum juga turun.

“Inginnya, dengan turunnya BBM tarif angkutan juga turun atau kembali ke semula lah. Biasanya dari Tunggul Hitam ke Tabing Rp2.000 karena BBM naik jadi Rp3.000,” terangnya.

Baca Juga : Alhamdulillah, Perumda AM Padang Gratiskan Air Masjid dan Musala Selama Ramadan

Lain lagi dengan Ita. Karyawan di salah satu perusahaan swasta ini menginginkan dengan turunnya harga BBM juga akan membuat harga kebutuhan yang terlanjur naik bisa kembali turun. “Maunya, BBM turun, harga juga turun dong,” imbuhnya.

Tergesa-gesa

Sementara itu, penurunan harga BBM oleh Pemerintah Pusat yang dilakukan dua dalam rentang waktu satu bulan ini ditanggapi Yayasan Lembaga konsumen Indonesia (YLKI) Sumbar sebagai langkah yang tergesa-gesa. Kebijakan peme­rintah menurunkan harga BBM seperti tanpa perhitungan ekonomi yang tepat.

“Ketika minyak dunia turun, pemerintah langsung mengu­mum­kan harga BBM juga turun, tanpa melihat dampaknya. Kebijakannya seperti kodok, yang terkejut langsung lompat,” kata Ketua YLKI Sumbar Dahnil Aswad ketika dihubungi Haluan, Jumat (16/1) via telepon.

Ditambahkannya, seharusnya pemerintah memberikan suatu kepastian kepada masyarakat teru­tama kepada pengusaha. Dengan kondisi seperti ini pengusaha dibi­ngungkan dalam berproduksi.

“Masyarakat dan pengusaha ten­tu akan sangat dirugikan dengan kondisi seperti ini. Misalnya untuk tarif angkutan, dengan turunnya BBM tentu akan tarif seharusnya juga turun. Untuk penurunan tarif ini butuh waktu juga, ya dengan sebentar naik sebantar turun ini tentu akan membuat bingung lagi untuk aturan tariff ini,” ujarnya.

Saat ditanya terkait adanya per­mainan dibalik kebijakan ini, dika­takan Dahnil, kalau untuk menaik­kan atrif BBM itu perlu adanya kecurigaan adanya permai­nan, na­mun dengan turunnya harga BBM ini memang karena fluktuasi harga saja.

Dahnil berharap, pemerintah seharusnya memberikan kepastian kepada masyarakat terkait peneta­pan harga BBM ini. Sehingga tidak akan menimbulkan kebingungan di masyarakat. “Harus ada harga pasti dari pemerintah yang berlaku dalam jangka waktu yang lama, sehingga kepastian berusaha juga akan ter­lihat,” tutupnya. (h/mg-isr/mg-len)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]