Mengasah Kecerdasan Otak Ala Orang Jepang


Ahad, 18 Januari 2015 - 19:03:51 WIB
Mengasah Kecerdasan Otak Ala Orang Jepang

1. Brain Age

Baca Juga : Resep Lauk Tahan Lama, Bisa untuk Sahur dan Buka Puasa

Mengingat banyaknya orang usia lanjut di Jepang, Dr Ryuta Kawashima dari Toho­ku University of Medicine memutuskan untuk mencip­takan suatu permainan yang dapat mengembalikan kelinca­han mental warga lanjut usia di Jepang.

Kawashima mencip­ta­kan video game yang dapat digu­na­kan untuk meningkatkan penalaran mental dan bahasa. Penelitiannya menciptakan game Nintendo, Brain Age. Brain Age memiliki kom­ponen yang menguji dan me­ningkatkan kemampuan mate­matika, kemampuan memori serta kemampuan yang me­ningkatkan jalur saraf.

Baca Juga : Sebentar Lagi Puasa, Ini Doa Menyambut Bulan Ramadan yang Diamalkan Rasulullah SAW

2. Sudoku

Sudoku adalah puzzle Je­pang yang melatih sisi penala­ran dan analisis otak. Sudoku dipopulerkan oleh Nikoli Pu­zzle Company pada tahun 1986 dan menjadi populer di seluruh dunia pada tahun 2005. Puzzle Sudoku terdiri dari kotak persegi 9×9, yang mana setiap baris berisi nomor 1 sampai 9.

Baca Juga : Scooter Fan's Club Padang Gelar Khitanan Massal dan Donor Darah

Pada awal permainan, ada beberapa angka dalam setiap persegi, kemudian para pe­main harus menggunakan logi­kanya untuk menalarkan ko­lom dan baris yang masih kosong dengan angka-angka yang sesuai. Ada banyak va­riasi sudoku, seperti sudoku untuk anak-anak yang meng­gunakan kotak yang lebih kecil dan memiliki simbol seperti planet dan binatang, bukan angka.

3. Anzan

Baca Juga : Bunda, Ini Cara Cari Lokasi Suami Lewat WhatsApp

Anzan merupakan awal dari adanya latihan otak di Jepang. Anzan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris yang berarti ‘perhitungan mental’ dan melibatkan serangkaian panjang hitungan angka de­ngan membayangkan sempoa. Pada anzan, sempoa digambar­kan dalam pikiran. Penam­bahan, pengurangan, perka­lian, pembagian dan pembu­kuan dilengkapi melalui kon­sentrasi yang mendalam dan manipulasi sempoa mental. Untuk menjadi mahir, orang harus banyak berlatih. Anak-anak di Jepang biasanya lati­han anzan 2 jam sehari.  (h/sat)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]