LPM Harau Tuntut Pemkab Limapuluh Kota


Ahad, 18 Januari 2015 - 19:14:00 WIB
LPM Harau Tuntut Pemkab Limapuluh Kota

“Dari pengakuan ma­syarakat sekitar, debit air yang mengalir jauh berkurang sejak ada PDAM. Dulu bisa untuk mengaliri sawah tapi sekarang sudah tidak lagi. Saat ini ma­syarakat mulai resah dan ingin menutup PDAM tersebut,” kata Yon Putra.

Baca Juga : Polda Sumbar Terima Kunjungan Kerja Komisi III DPR RI 

Dijelaskannya, LPM Na­gari Harau telah melakukan audiensi dengan ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Safaruddin,SH Dt. Bandaro Rajo di Kantor DPRD, Sari­lamak, Selasa (13/1) pagi. Dalam audiensi yang dihadiri LPM Nagari Harau sebagai inisiator, Wali Nagari, Bamus, tokoh pemuda, tokoh ma­syarakat, alim ulama, dan perangkat lainnya dari Nagari Harau, ketua DPRD berjanji akan menindaklanjuti hal ter­sebut dalam bulan ini.

Yon Putra menceritakan, tuntutan ini bermula dari rapat sosialisasi intake dan jaringan perpipaan Batang Aia Ma­lanca di Kantor Wali Nagari Harau yang dihadiri Asisten I, Kabag Pere­ko­no­mian, Kabag Tapum, pihak PDAM, Camat Harau, DPP­KAD, Danramil Harau, Wali Nagari, Bamus, dan unsur lainnya pada 2 Oktober 2012.

Baca Juga : Gubernur Sumbar Sebut Tanaman Serai Wangi Bisa Untungkan Petani

“Kesimpulan rapat ter­sebut yang pertama yaitu nagari penghasil air akan di­berikan kontribusi dan di­buatkan atu­rannya, sehingga Nagari Ha­rau pada tahun 2014 me­nikmati hasil kontribusi atau bagi hasil tanpa mem­perhitungkan laba rugi PD­AM,” ujar Yon Putra mem­bacakan notulensi rapat.

Kedua, terkait jaringan air bersih milik Nagari Harau yang kondisinya sudah rusak, Wali Nagari Harau menga­jukan proposal kepada Bupati Limapuluhkota untuk perbai­kan jaringan. Ketiga, sosia­lisasi intake dan jaringan per­pipaan Batang Malanca dilak­sanakan setelah penelusuran atau penjajakan ke lapangan. Keempat, penelusuran lapa­ngan terhadap lokasi-lokasi yang dilewati jaringan pipa dan intake Batang Malanca dilak­sanakan 3 Oktober 2013.

Baca Juga : SE Pemprov Sumbar tentang Salat Tarawih: Berwudu di Rumah Masing-masing, Jangan Bersalaman

Pada tanggal 21 November 2014, Wali Nagari Harau me­ngirimkan surat yang ditu­jukan pada Bupati Limapuluh Kota melalui Kabag Pere­konomian Sekretariat Daerah Limapuluh Kota perihal kon­tribusi untuk nagari penghasil air minum. Surat ini bertujuan untuk mengingatkan kembali hasil kesepakatan musyawarah dan berharap hal ini dapat dirampungkan dengan segera.

“Sehari setelahnya ter­tanggal 22 November 2014, Wa­li Nagari Harau juga me­nyampaikan surat per­mo­honan kontribusi pada Ke­pala PDAM Limapuluh Kota. Sampai saat ini belum ada tindak lanjut yang dibe­rikan Pemkab maupun PDAM,” tutup Yon Putra. (h/air)

Baca Juga : Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter di Samudera Hindia Barat Mentawai

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]