Musim Pancaroba Rentan DBD


Ahad, 18 Januari 2015 - 19:17:52 WIB
Musim Pancaroba Rentan DBD

Untuk itu, Eka mengatakan saat ini pihaknya gencar me­lakukan penyuluhan di tingkat Puskesmas. Gunanya untuk meningkatkan kesadaran ma­sya­rakat dalam membantu pem­berantasan sarang nyamuk.

Baca Juga : Aktifitas Balimau di Padang Dibubarkan Polisi

“Jika memang ada laporan kasus, maka kami akan la­kukan foging. Foging gunanya untuk memutus mata rantai penularan,” ujarnya.

Pengamat Kesehatan dari Universitas Baiturrahmah, Hary Budiman mengatakan, faktor utama timbulnya DBD adalah kesehatan lingkungan. Yaitu bagaimana perilaku ma­nusianya dalam menjaga ling­kungan. Untuk mewujudkan itu, sangat penting untuk pihak Dinkes pengambil kebijakan dalam memberikan sosialiasi baik secara preventif dan tegas.

Baca Juga : Akibat Covid-19, Jumlah Pengunjung Museum Adityawarman Padang Hanya 17 Ribu Per Tahun

“Disamping manusianya, si pengambil kebijakan juga ha­rus berkesinambungan me­ngi­ngat­kan masyarakat untuk menjaga kebersihan ling­ku­ngan. Untuk itu tentu perlu ada Perda atau semacamnya,” ujarnya.

Sosialisasi seperti itu harus dilakukan dari tingkat Pro­vinsi hingga pemerintahan terendah yakni kelurahan hing­ga RT. Itu dibutuhkan mengi­ngat masya­rakat tidak semua­nya menyadari peluang ter­jang­kit DBD bisa menyerang siapa saja.

Baca Juga : Bulan Ramadan, Rutan Klas II B Padang Gelar Pesantren untuk Warga Binaan

“Karena memang pelaku ada pada tingkat keluarga. Ini yang menjadi sasaran. Masya­rakat harus terus diisi dengan pengetahuan, sejauh mana mengenal bahaya dan dampak DBD tersebut. Setelah gencar dilakukan maka akan tercipta kontrol masyarakat secara otomatis,” ujarnya.

Sekedar mengingatkan ka­tanya, jika tidak benar mela­kukan penanganan, maka DBD akan bisa menjadi sebuah wabah. Karena nyamuk yang bukan dengan jenis DBD, akan dapat membawa virus DBD jika telah menghisap pasien DBD.

Baca Juga : Jelang Safari Ramadan, Hendri Septa Berikan Arahan Pada 66 Pengurus Masjid dan Musala

“Jangkauan terjangkit virus ini bisa menularkan ke ma­nusia lain. Makanya bisa men­jadi wabah dari kampung ke kampung lain. Ketika ada virus berarti nyamuk yang telah menggigit mampu menjadi perantara virus penularan ke manusia lain. Makanya pasien ini sangat perlu dikaran­tina­kan. Saya ingatkan, perkem­bangan nyamuk aides aigepty berada pada tempat yang ber­sih, tidak tempat yang kotor saja,” ungkapnya. (h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]