Singapura Tolak Cetak Iklan “Charlie Hebdo”


Ahad, 18 Januari 2015 - 19:22:09 WIB
Singapura Tolak Cetak Iklan “Charlie Hebdo”

Halaman ke-22 majalah itu melompong tak berisi apa-apa kecuali dua kata “Halaman Hilang”, kata Lianhe Zaobao. “The Economist” menjelaskan bahwa itu karena percetakan lokal mereka di Singapura menolak untuk mencetak sampul terbaru dari “Charlie Hebdo”, yang menggambarkan Nabi Muhammad menumpahkan air mata dan memegang tanda bertuliskan “Je Suis Charlie” (Saya Charlie).

Baca Juga : Hari Ini Harga Emas Masih Bertahan di Rp 937.000 per Gram

Printer Times, perusahaan yang mencetak majalah itu, mengatakan dalam satu pernyataan media pada Jumat bahwa “The Economist” mengatakan kepada mereka, telah memutuskan untuk menerbitkan sampul di edisi Inggris, Asia, Amerika Serikat, dan Eropa, serta meminta percetakan untuk membiarkan mereka tahu jika pihaknya prihatin atas kasus itu, harian “Strait Times” melaporkan.

“Kami berkonsultasi dan mencatat keprihatinan kami dengan The Economist. Setelah musyawarah, The Economist mengirimkan halaman pengganti bagi kita sesuai yang telah kita cetak,” kata pernyataan itu. (h/ans)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]