Warga Dua Nagari di Solok Sepakat Damai


Ahad, 18 Januari 2015 - 19:26:49 WIB
Warga Dua Nagari di Solok Sepakat Damai

Kesepakatan kedua pihak di­jad­walkan berlangsung, Senin, (19/1) di Mapolsek Lembang Jaya. Sementara pasca konflik pada Selasa (13/1) lalu itu kondisi kedua Nagari menurut kedua Wali Nagari hingga saat ini tetap aman dan kondusif. Dengan kata lain, kedua pucuk pimpinan nagari ini memas­tikan peristiwa cakak banyak itu  tidak akan terulang lagi.

Baca Juga : Wagub Sumbar Bakal Perjuangkan Normalisasi Sungai Batang Sumani ke Pusat

Busra menambahkan secara nagari, persoalan ini sudah selesai dan kondisi nagari juga sudah kondusif. Karena kedua belah pihak baik tokoh masyarakat, pemuda, dan perangkat nagari juga telah sepakat untuk berdamai dengan Nagari Salayo Tanang Bukit Sileh.

"Besok, Senin (19/1) (hari ini, red) kami akan bertemu dengan pihak Nagari Salayo Tanang Bukit Sileh untuk berdamai di Mapolsek Lembang Jaya," Jelas Busra.

Baca Juga : Berprestasi, 31 Personel Polres Dharmasraya Dianugerahi Penghargaan

Senada dengan itu, Wali Nagari Salayo Tanang, Dharmansyah mengatakan, pihaknya dengan semua unsur di masyarakat juga telah menyepakati untuk berda­mai. Sebab, menurutnya, tidak ada persoalan yang tidak bisa dise­lesaikan secara baik-baik, bila ditempuh dengan cara yang baik.

"Dengan kembali duduak baro­pok dan dengan hati jernih, kepala dingin, persoalan ini dapat selesai secara baik-baik," kata Dhar­mansyah.

Terkait itu,  Kapolres Arosuka Solok AKBP Tommy Bambang Irawan melalui Kasat Intel Polres Arosuka Iptu Sosmedya menye­butkan informasi sepakat berda­mainya kedua belah pihaknya memang sudah ada sejak perte­muan pertama. Namun, kedua belak pihak belum saling mem­berikan pernyataan secara tertulis untuk berdamai."Kedua Nagari sudah saling dan ingin berdamai, namun belum secara tertulis. Tapi, kesepakatan damai dan menjaga suasana kondusif masing-masing Nagari sudah membuktikan sejak pertemuan pertama," kata Sos­medya.

Sementara itu, terkait Konflik dua Nagari ini, ketua DPRD Kabu­paten Solok, Hardinalis Kobal menyebutkan jalan satu-satunya untuk menyelesaikan pertikaian seperti ini adalah dengan cara mengedepankan kekerabatan dan rasa persaudaraan. Lantaran itu, dalam situasi seperti ini, peran KAN, BMN, tokoh adat, pemuda sangat diharapkan  demi terca­painya kesepakatan damai. "Hara­pan saya tentu pada para tokoh di Nagari. Sebab, merekalah yang paling berfungsi dalam menda­maikan pertikaian," kata Hardinalis.

Di sisi lain, masyarakat Salayo Tanang Bukit Sileh, khususnya pe­milik rumah yang rumahnya terkena lemparan batu dan meru­sak beberapa kaca jendela rumah tersebut, masih menunggu janji Pemerintah Ke­camatan yang sebe­lumnya menyatakan akan segera memberikan ganti rugi untuk perbaikan kerusakan rumah itu. (h/ndi)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]