Menteri PPN Dukung Kawasan Mandeh Go Internasional


Ahad, 18 Januari 2015 - 19:29:49 WIB
Menteri PPN Dukung  Kawasan Mandeh Go Internasional

Adrianof Chaniago menga­takan,  kawasan Mandeh de­ngan luas 8.600 hektare, meru­pakan destinasi wisata laut yang eksotis, dengan  pulau-pulau indah dan terumbu karang.

Baca Juga : Irawati Meuraksa Serahkan Donasi Spensa Peduli di SMP Negeri 1 Padang

Kawasan Mandeh kata Ad­ria­nof,  bisa disejajarkan de­ngan Pulau Raja Ampat di Papua, jika digarap secara serius.

Lebih lanjut ujar Adrianof, dengan kondisi tersebut, di­yakini pelancong domestik ataupun wisatawan asing  akan tertarik berkunjung ke Mandeh.

Baca Juga : Cegah Penularan Covid-19, Lapas Padang Lakukan Penyemprotan Desinfektan

Dengan demikian dapat mendongkrak jumlah kun­jungan wisatawan dari 49 ribu orang per tahun menjadi 150 ribu orang per tahun, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Setidaknya, butuh waktu satu tahun untuk mengembangkan Man­deh menjadi destinasi yang bisa go international,” paparnya.

Kawasan wisata Mandeh Pessel tutur Adrianof, direncanakan  akan menjadi salah satu pintu masuk kunjungan wisata di Sumbar, yang nantinya juga terintegrasi dengan wisata lainnya di Kabupaten/Kota tetangga.

“Wisatawan berangkat dari Pa­dang ke Mandeh, bisa melalui jalur penyeberangan dari pelabuhan Mu­aro. Mereka bisa menikmati dulu wisata kuliner di Padang,” pungkasnya.

Ditemui terpisah, Bupati Pessel Nasrul Abit mangatakan, butuh biaya besar untuk membangun dan mengelola kawasan wisata Mandeh. Untuk mengandalkan APBD Pessel itu sangat tidak mungkin. Karena 67 persen APBD Pessel habis untuk belanja pegawai.

“Selama lima tahun terakhir kita lebih memilih berkonsentrasi me­ngen­taskan diri dari label daerah tertinggal. Sementara untuk pem­bangunan wisata, difokuskan mem­benahi Pantai Carocok dahulu,” papar Nasrul Abit, Minggu (18/1) kemarin.

Ditambahkannya, ketika Pessel telah lepas sebagai daerah tertinggal, maka tahun 2015 ini akan serius membangun kawasan wisata Mandeh.

“Tentu saja kita berharap support dari pemerintah pusat, dengan memasukkan pembangunan man­deh ke dalam Rencana Induk Pe­ngem­bangan Pariwisata Nasional (Rippnas),” terangnya.

Di Pessel sendiri banyak des­tinasi wisata yang indah, hanya saja anggaran  tidak mendukung untuk dilakukan pembenahan.

“Selain untuk pembangunan in­fras­truktur kita juga akan mem­biayai masyarakat sekitar untuk kursus bahasa asing, agar mereka siap dengan kunjungan wisata asing,”jelasnya.

Sementara itu, di kawasan Teluk Mandeh  juga terdapat spot pen­yelaman  berkelas dunia. Karena di kedalaman 25 meter selain terdapat terumbu karang yang indah juga terdapat bangkai kapal  Belanda yang tenggelam sejak tahun 1948.

“Spot penyelaman ini juga sudah mulai dikenal. Ke depan kita akan fokus untuk membenahi wisata ini,” tutupnya. (h/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]