Risma Tolak Monumen AirAsia


Senin, 19 Januari 2015 - 19:31:07 WIB
Risma Tolak  Monumen  AirAsia

Pernyataan Risma ini menjawab setelah ada usulan  agar Pemkot Surabaya membangun monumen di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah untuk korban pesawat AirAsia QZ8501.  Pesawat ini  jatuh pada Minggu, 28 Desember 2014 silam.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Menanjak, Gedung SMPN 2 Tabing Dijadikan Pusat Isolasi

Pembangunan monumen Air Asia  ini sama dengan monumen untuk korban Bom Bali dengan Ground Zero di Jalan Legian, Kuta yang tertera 202 nama korban Bom Bali I. Tetapi menurut Risma, monumen peringatan itu tidak bermakna apa-apa. “Jadi itu tidak penting. Saya tidak suka dengan simbol-simbol yang tidak ada man­faatnya,” tegas Wako  Surbaya ini.

Sulit Teridentifikasi

Baca Juga : Corona Masih Menggila, Pemprov Riau Perpanjang PPKM Skala Mikro

Sementara itu memasuki  hari ke 23,  Tim DVI  masih  kesulitan mengidentifikasi enam jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501 di RS Bhayangkara Polda Jatim. Tim DVI seperti menemukan jalan buntu, karena data yang di­miliki sangat minim.

Kabid Dokkes Polda Jatim Kom­bes Pol Budiono mengatakan, tim DVI kesulitan dalam melaku­kan identifikasi enam jenazah yang tersisa, dari 51 jenazah yang sudah dikirim ke RS Bhayangkara. Kesu­litan itu, karena data postmortem dan antemortem. “Kesulitannya karena data antemortem dan postmortem belum lengkap. Misalnya, info keluarga tentang data gigi yang belum lengkap. Kita juga terus berusaha untuk menghubungi dok­ter gigi, meski belum membuahkan hasil,” kata Budiono, di Mapolda Jatim, Senin kemarin.

Termasuk, Tim DVI juga beru­saha mencarai tentang pemakaian gigi palsu yang ada pada jenazah. Menurutnya, sample DNA yang telah didapat tidak membantu kelan­caran identifikasi.

Ternyata, ada beberapa korban yang setelah dilakukan pemeriksaan tidak muncul profil DNA. Sehingga, tim harus melakukan pelacakkan lagi. Budiono juga menyebut, keterangan keluarga yang menyebut ciri-ciri fisik korban baik tahu lalat, bekas operasi, dan lain-lain juga belum membuahkan hasil. Hal ini karena kondisi jenazah korban AirAsia yang kurang bagus.

Meski hari ini belum bisa meng­identifikasi enam jenazah yang tersisa, Tim DVI tidak patah sema­ngat. Pihaknya akan terus melaku­kan penelusuran riwayat korban, termasuk ke sejumlah dokter yang pernah merawat korban, hingga ke puskesmas. “Jadi, ini bukan alasan kami tidak melakukan identifikasi,” lanjutnya. (h/dd/sn)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]