Konflik Dua Nagari Berakhir Damai


Senin, 19 Januari 2015 - 19:46:52 WIB
Konflik Dua Nagari Berakhir Damai

Dari informasi yang dihim­pun Haluan, pertemuan kedua Wali Nagari, Ketua KAN ma­sing-masing nagari, tokoh ma­sya­­rakat, ketua pemuda di Ma­polsek Lembang Jaya, dimulai pukul 12.00 Wib hingga pukul 13.30 Wib. Dalam kese­pa­katan perdamaian dise­butkan, jika masing-masing nagari akan berdamai dengan menyepakati tiga hal secara tertulis.

Baca Juga : Polda Sumbar Terima Kunjungan Kerja Komisi III DPR RI 

Pertama, semua biaya pe­ngobatan korban akibat perse­lisihan tersebut ditanggung oleh wali nagari kedua belah pihak. Kedua, biaya kerusakan benda, seperti kerusakan kaca rumah akan ditanggung pe­merintah daerah. Serta, per­nya­taan tera­khir menye­but­kan, apabila ke depan terjadi lagi pertengkaran, maka akan diserahkan pada pihak berwajib.

Kapolres Arosuka Solok AKBP, Tommy Bambang Ira­wan mengatakan, dari mediasi yang juga dihadiri Sekretaris Camat Lembang Jaya dan Waka Polsek Lembang Jaya, kedua belah pihak berjanji akan patuh pada isi kese­pa­katan.

Baca Juga : Gubernur Sumbar Sebut Tanaman Serai Wangi Bisa Untungkan Petani

“Jika ada yang melanggar atau memulai kembali per­selisihan setelah berdamai, kita akan proses secara hu­kum,” papar Tommy.

Penyelesaian konflik dua nagari ini, lanjut Tommy, secara tidak langsung mem­buktikan jika tokoh masya­rakat di masing-masing nagari masih mengedapankan asas kekerabatan. Dan diharapkan dengan kesepakatan ini, tidak akan ada dendam antar warga.

Baca Juga : SE Pemprov Sumbar tentang Salat Tarawih: Berwudu di Rumah Masing-masing, Jangan Bersalaman

“Saya juga bersyukur, para tokoh masyarakatnya dapat menyelesaikan persoalan de­ngan kepala dingin. Sehingga suasana kembali kondusif,” kata Tommy.

Terkait kerusakan kaca rumah dan beberapa pera­botan rumah di Nagari Salayo Tanang, Wakil Bupati Solok Desra Ediwan Anantanur me­nye­butkan, pihaknya telah me­ngecek dan segera memberikan bantuan pada rumah korban yang rusak pada malam Selasa, (13/1) lalu.

Baca Juga : Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter di Samudera Hindia Barat Mentawai

Disamping itu, wakil bupa­ti juga berharap untuk ke depan, setiap ada perselisihan antar anak dan kemenakan, para tokoh di nagari dapat menyelesaikan dengan cara musyawarah tanpa adanya kekerasan fisik. Yaitu dengan menyelesaikan masalah tanpa emosional.  “Mudah-mudahan ke de­pan, masyarakat dapat lebih arif dan sabar menyikapi setiap persoalan yang me­nyangkut masalah bersama,” kata Desra. (h/ndi)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]