Limbah Minyak Cemari Lautan Bintan


Selasa, 20 Januari 2015 - 19:08:08 WIB
Limbah Minyak Cemari Lautan Bintan

Pasalnya, de­ngan keadaan angin yang kuat pada musim angin utara, mem­buat penga­wasan diperairan menjadi le­mah. Sehingga me­lihat situasi tersebut, banyak pihak kapal-kapal asing yang membuang limbah dilautan perbatasan Indonesia dan Ma­lay­sia serta Singapura.

Baca Juga : Sumatera Adventure Bisa Menjadi Lokomotif Ekonomi Baru 

“Kalau musim utara, biasa­nya selalu ada limbah yang masuk kekawasan perairan Bintan. Hal ini memang sering terjadi, tetapi kami belum tahu juga siapa yang melaku­kan­nya,” ujar Kepala Dinas Kelau­tan dan Perikanan (DKP) Bin­tan, Wan Rudi saat dihubungi via telpon, Selasa (20/1).

Menurutnya, pihaknya te­lah berulang kali melakukan koordinasi dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) pusat untuk mela­por­kan kejadian yang selalu terjadi setiap tahunnya itu. Namun, sejauh ini masih hanya melakukan pengawasan serta penyeledikan untuk mencari tahu siapa pelaku yang mela­kukan pembuangan limbah dilautan sehingga sampai men­cemari wilayah perairan pulau Bintan.

Baca Juga : Bagian dari Sport Tourisme, Sandiaga Uno Dukung Pelaksanaan Tour de Singkarak Digelar Tahun Ini

Namun demikian, men­dapat laporan adanya lim­bah yang masuk kekawasan Teluk Sebong, Wan Rudi be­lum me­nge­tahuinya. Namun, pihak­nya berjanji akan segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecakan bersa­ma pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bintan. “saya belum dapat laporan, nanti kita akan turun lah bersama BLH untuk me­mas­tikannya lagi,” ucapnya.

Biasanya, lanjut Wan Rudi, limbah tersebut akan kita bersihkan dari pesisir Pantai dan akan dikumpulkan untuk di buang kepusat pengolahan limbah di BLH Bintan.

Dengan keberadaan limbah yang telah mengotori lautan sekitar pulau Bintan itu, para nelayan banyak yang menge­luhkan keadaan tersebut. Pa­sal­nya, dengan pencemaran air laut oleh limbah yang belum diketahui asal mualanya itu, para nelayan mengaku sangat mem­penga­ruhi hasil tang­kapannya.

“Sudah paasti menganggu lah mas, namanya juga limbah. Ya kita minta sih pihak Pemda Bintan melalui instansi terkait untuk segera mengambil tin­dakan dalam mengatasi per­masalah ini. Sebab, ini sangat menganggu aktifitas kami para nelayan,” tutur Andi, salah seorang nelayan Teluk Sebong.

Selain itu juga, masih Andi, pencemaran perairan diwi­layah sekitar pulau Bintan memang sangat menggangu aktifitas para nelayan. Selain merusak ekosistem laut, gum­palan limbah minyak hitam itu juga kerap menggangu jaring para nelayan yang menangkap ikan dilaut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa ka­wa­san lainnya seperti Tanjung Tondang, Tanjung Peregam, Tanjung Said Pulau Manjin Besar, Pulau Marawang, Tan­jung Sambang, Pulau Maoi, Tanjung Sanding, Tanjung Sum­­pat serta Tanjung Berakit. Saat ini berpotensi akan ter­cemari limbah minyak hitam yang mengumpal-gumpal hing­ga wilayah pesisir pantai. (hk)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]