Surplus Beras, Percepatan Swasembada Pangan 2017 Dikebut


Selasa, 20 Januari 2015 - 19:13:36 WIB
Surplus Beras, Percepatan Swasembada Pangan 2017 Dikebut

Pembangunan jaringan iri­gasi Sia Cuma Lagi Kolok Nan Tuo itu, merupakan salah satu dari 6 pembangunan dan rehap konstruksi jaringan irigasi di 5 desa yang akan mengairi se­kitar 100 hektare sawah, yang menelan total anggaran Rp110 juta.

Baca Juga : Wagub Sumbar: Perencanaan Food Estate Masih Banyak Masalah, Butuh Pengawasan!

“Kegiatan ini sebagai tin­daklanjut dari kerjasama Men­teri Pertanian dengan Pang­lima TNI Angkatan Darat, bersama seluruh kepala perta­nian provinsi di seluruh Indo­nesia,” ujar Walikota Sawah­lunto, Ali Yusuf, usai peletakan batu pertama irigasi Sia Cuma Lagi.

Irigasi Sia Cuma Lagi Desa Kolok Nan Tuo mengairi 6 hektare lahan, Sawah Lurah 19 hektare, Sawah Baruah Desa Talawi Hilir seluas 30 hektare, Keltan Mau Maju Desa Taratak Bancah 10 hektare.

Baca Juga : Sinergitas Antar Rumah Sakit Bisa Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Sumbar

Selanjutnya, Keltan Selaju Jaya Desa Silungkang Duo seluas 12 hektare dan Banda Panjang Desa Lunto Timur seluas 23 hektare.

Upaya mendukung per­cepatan swasembada pangan lainnya, dilakukan dengan optimasi lahan, berupa ban­tuan pupuk dan pengolahan lahan pertanian. Untuk yang satu ini, ditujukan bagi 500 hektare lahan pertanian, yang melibatkan 56 keltan dengan total anggaran Rp600 juta.

Saat ini, lahan sawah Sa­wah­lunto mencapai 1.680,3 hektare, berkurang dari seb­e­lumnya yang mencapai 1.772 hektare. Dengan jumlah pen­duduk 65.235 jiwa dan kebu­tuhan 99 kilogram per jiwa setiap tahun, maka dibutuhkan sekitar 6.458 ton beras.

“Kebutuhan 6.458 ton be­ras itu, telah terpenuhi dengan produksi hingga Agustus yang mencapai 13.525 ton gabah kering giling, dengan meng­hasilkan beras 8.520,8 ton,” ujar Ali Yusuf.

Angka tersebut, lanjut Ke­pala Dinas Pertanian Sa­wah­lunto, Hilmet didampingi Kepala Bidang Tanaman Pa­ngan­ dan Holtikultura, Heni Purwaningsih, belum terma­suk jumlah produksi dalam catur wulan terakhir 2014.

Kabupaten Solok Tetap Surplus Beras

Kabupaten Solok me­ru­pakan  salah satu daerah lum­bung pangan di Sumatera Ba­rat. Pengembangan dan pe­rbaikan irigasi yang ber­ke­lanjutan sebagai sarana pe­nunjang produktifitas per­tanian terutama padi, diha­rapkan mendorong upaya un­tuk membuat daerah peng­hasil beras super yang terkenal nikmat itu, untuk tetap surflus dan swasembada pangan di masa mendatang.

Hal ini diungkapkan Bu­pati Solok Syamsu Rahim, ketika peletakan batu pertama dan pencanangan pem­bangu­nan perbaikan jaringan irigasi dalam rangka peningkatan swasembada pangan ber­ke­lanjutan di Kabupaten Solok, di kelompok Tani Ma­lauik Sakato, Nagari Sumani Kec. X Koto Singkarak, Selasa (20/1).

Bupati mengungkapkan, pada tahun 2014 produksi padi Kabupaten Solok mencapai sebesar 352.389 ton dengan luas sawah 23.428 hektare. Sementara Dari data perim­bangan produksi dengan kebu­tuhan kosumsi masyarakat kabupaten solok pada tahun 2014 dapat dilihat bahwa dengan tingklat produksi terse­but terdapat surplus sebesar 291.492 ton gabah atau setara dengan 182. 882 ton beras.

Namun sebagaimana yang telah lazim di ketahui, bahwa beras Kabupaten Solok sudah sejak lama menjadi komoditi perdagangan andalan daerah yang mampu menopang  pere­konomian  petani dan meme­nuhi kebutuhan  dan keter­sedian pangan terutama bagi masyarakat sumatera barat. “Namun surplus produksi beras  tersebut tidaklah men­jadikan kita berpuas diri, ka­rena masih banyak sektor yang mesti kita benahi, seperti irigasi yang di beberapa daerah banyak yang mengalami keru­sakan,” ungkapnya.

Disebutkan, pe­ngem­ba­ngan jaringan irigasi di kabu­paten Solok yang di fasilitasi oleh pemerintah pusat melalui kementrian pertanian, selama 2 tahun terakhir yaitu seluas 23.000 ha (110 kelompok tani) dan 6 unit pengelolaan irigasi partisiatuif. Sedangkan pada tahun anggaran 2015 kabupaten Solok di alokasikan melalui tugas pembantuan pada mata anggaran belanja bantuan social dengan luas lahan sawah 10.000 ha. “Hal ini mengindikasikan betapa besarnya perhatian dan ke­pedulian pemerintah terhadap pembangunan pertanian di kabupaten Solok, Untuk mem­­­buat daerah ini tetap surflus beras menuju swa­sembada pangan, “ ujarnya. (h/dil/ndi)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]