Kader Tak Mau Lagi Dipimpin Wiranto


Selasa, 20 Januari 2015 - 19:27:49 WIB
Kader Tak  Mau Lagi Dipimpin Wiranto

Sebenarnya, lanjut dia, Wiranto sudah sangat senior untuk maju sebagai Ketua Umum kembali. Kalau maju kembali kapan regenerasi ke­pe­mimpinannya di Hanura.

Baca Juga : AHY Cs Absen di Sidang Mediasi Pertama, Kubu Moeldoko: Lecehkan Pengadilan

Lebih jauh, Fuad pun men­je­laskan, sebenarnya banyak kader Hanura yang lebih baik dan pantas menjadi Ketua Umum Hanura.

“Itu banyak,” tukasnya.

Baca Juga : Partai Golkar Satu Suara Usung Airlangga Hartarto Jadi Capres

Dengan kondisi ini, pe­laksanaan Musyawarah Na­sio­nal (Munas) Partai Hanura yang akan digelar pada 27 Februari 2015 mendatang, diperkirakan tidak akan berja­lan mulus. Pasalnya, ada gera­kan-gerakan tersembunyi yang dinilai akan menjegal calon ketua umum yang diusung.

Hal ini juga mulai tercium oleh Ketua Umum Gerakan Muda (Gema) Hanura, Erik Satrya Wardhana. Ia menga­takan, sejak saat ini telah muncul gerakan-gerakan yang ingin menggagalkan Wiranto yang akan kembali maju seba­gai ketua umum.

“Gerakan ini dinamakannya gerakan-gera­kan sempalan. Tapi dari be­berapa sempalan yang ada, mereka sedang mencoba, mem­­­buat semacam munas tan­dingan,” ujarnya usai mem­buka Munas Gema Hanura di Hotel Acacia, Jakarta pekan lalu.

Menurutnya gerakan sem­palan ini nyatanya datang dari oknum internal Partai Hanura itu sendiri. Dan mereka adalah oknum-oknum yang berma­salah di DPP Hanura.

“Oknum-oknum itu ber­ma­salah, mereka pernah aktif di DPP Hanura, mereka punya masalah keuangan, dan sudah dipecat DPP Partai Hanura,” katanya.

Erik menegaskan, Munas tandingan yang akan diadakan oleh oknum-oknum tersebut adalah konstitusional.

Di sisi lain, Wakil Sekre­taris Jenderal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Di­mas Hermadiyansyah menga­takan, pencalonan kembali Wiranto sebagai Ketua Umum di Musyawarah Nasional II Partai Hanura merupakan hal yang sudah bulat.

Menurut dia, mayoritas kader dari Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pimpinan Derah (DPD) maupun Dewan Pim­pinan Cabang (DPC) seluruh Indonesia telah memberikan kepercayaan kepada Wiranto untuk kembali memimpin partai Hanura.

“Dukungan tersebut terus mengalir sampai saat ini, mere­ka menginginkan Pak Wiranto memimpin partai kembali ka­re­na figur dia masih dibu­tuhkan sebagai perekat dan penyemangat kader,” kata Di­mas di Jakarta.

Selain itu, dia membantah banyaknya tuduhan miring terhadap pencalonan Wiranto. Salah satunya tudingan dari mantan Pelaksana Tugas Par­tai Hanura Maluku Utara, Muhammad Syukur Mandar yang mengatakan Wiranto tidak berjiwa besar. Bahkan dalam tuduhannya, dia me­nyatakan mosi tidak percaya kepada Wiranto.

“Mungkin saja dia sakit ha­ti, karena apa yang dituduhkan kepada Pak Wiranto semua tidak berdasar, semua kepu­tusan dan kebijakan Partai yang diambil oleh Ketua U­mum sudah ber­dasarkan me­kanisme partai dan tidak ada yg menabrak AD/ART partai,” tuturnya.

Menurut dia, pernyataan tersebut muncul karena, Syu­kur tidak puas atas hasil Mus­ya­warah Daerah Luar Biasa Partai Hanura Maluku Utara yang akhirnya mengganti Syu­kur Mandar.

Dia menambahkan, saat masih menjabat sebagai Plt Ketua DPD Hanura Maluku Utara, Syukur justru pernah memberikan Surat Dukungan kepada Wiranto untuk maju kembali sebagai Ketua Umum.

“Syukur Mandar adalah politikus muda yang karak­ternya kurang baik, dan itu merupakan sifat politikus yang pragmatis, penuh intrik, fitnah, dan tidak berhati nurani,” tuturnya. (h/rol/inl)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]