Kontribusi ke Kampung Diharapkan


Selasa, 20 Januari 2015 - 19:36:52 WIB
Kontribusi ke Kampung Diharapkan

Karena itu, dapat dikatakan orang Minang punya prospek di daerah pemilihan (Dapil) rantau. Disebabkan mereka tersebar di berbagai daerah di Indonesia, karena tradisi dan kebiasaannya merantau.

Baca Juga : Waspada, Ditemukan Rhodamin B di Cendol Delima Pasar Bandar Buat Padang

Saat ini, Sumbar memiliki 14 legislator di DPR RI. terdiri dari 8 legislator dari dapil Sumbar I dan 6 legislator dari dapil Sumbar II. Maka jika ada dapil  rantau, kata Ham­danus, setidaknya ada 8 legislator dari Sumbar yang sudah terdeteksi. Mereka adalah Mu­khniarti Basko, Tifatul Sembiring, Asril Hamzah Tanjung, Fadli Zon, Ahmad Sahroni, Ermalena dan Fahira Fahmi Idris serta Evita Nursanty.

Dijelaskannya, pertama Mukhniarti Basko yang akrab disapa Ety Basko kelahiran Padang, tetapi maju dari dapil Riau I Partai Demokrat menggantikan Sutan Sukarnotomo karena meninggal dunia beberapa waktu lau. Kedua Tifatul Sembiring, kelahiran Bukittinggi, berasal dari dapil Sumatera Utara I Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tifatul duduk di Komisi I, pernah menjabat sebagai Menkominfo pada masa kabinet SBY Jilid II.

Baca Juga : Di Tengah Guyuran Hujan, Wako Hendri Septa Jemput Keluarga Penerima Bedah Rumah

Ketiga, Asril Hamzah Tanjung, kelahiran Sawahlunto dari dapil DKI Jakarta I (Jakarta Timur). Ia sekarang duduk di Komisi I DPR RI berasal dari Partai Gerin­dra. Ke­em­pat, Fadli Zon  dari dapil Jawa Barat V (Kabupaten Bogor) dari Partai Gerindra. Saat ini menjadi Wakil DPR RI bidang Politik dan Keamanan.

Kelima, Ahmad Sahroni, putra kelahiran Naras, Pariaman, berasal dari dapil DKI Jakarta III dari Partai Nasdem. Saat ini dia duduk di Komisi XI. Keenam, Ermalena MHS, kelahiran Bukittinggi dari PPP. Tetapi dia maju dari dapil Nusa Tenggara Barat, dan saat ini duduk di Komisi IX DPR RI.

Sementara, Evita Nursanty sendiri duduk di Komisi I dari Dapil Jateng III dengan bendera PDIP. Evita sendiri sebelumnya juga duduk sebagai anggota DPR RI pada periode sebelumnya.

Selain itu ada, Fahira Fahmi Idris, putri mantan Menteri Perindustrian, Fahmi Idris yang berdarah Minangkabau. Fahira adalah senator di DPD RI dari DKI Jakarta.

“Ke depan diharapkan dapat diper­tahankan dan lebih besar lagi porsi legislator maupun senator dari rantau. Disebabkan karena orang Minang yang suka merantau,” terang peneliti asal Pesisir Selatan ini.

Dia berharap, agar politisi/legilator yang berdarah Minang yang terpilih di rantau agar tidak hanya memperhatikan dapilnya sendiri, tapi juga memperhatikan kampung ha­la­mannya  yaitu Minangkabau. Karena pada prinsipnya mereka berasal dari orang tuanya yang telah merantau. Untuk itu mereka diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan Sumatera Barat.

Kendati demikian, sebut Hamdanus, investasi dan perjuangan legislator Minang yang dirantau sungguh sangat besar. Tidak hanya orang Minang, tapi juga masyarakat setempat yang telah percaya kepadanya. Apalagi mereka  keturunan Minang yang telah berpuluh tahun dirantau, tentunya telah membaur dengan masyarakat setempat.

Mantan legislator asal Sumbar lain asal Partai Hanura, Iqbal Alan Abdullah me­nyebutkan, pada periode sebelumnya, seti­daknya ada 25 anggota DPR RI asal Sumbar yang melenggang ke Senayan dari daerah pemilihan di luar Sumbar.

“Saat itu kami malahan ingin bergabung dalam satu wadah paguyuban. Tapi hal itu urung terlaksana hingga masa bakti kami berakhir 2014 lalu,”kata Alan yang rang Piaman itu. Pada periode ini, jelas Alan yang duduk di Senayan dari Dapil Banten III, dari informasi yang ia dapat jumlah legislator asal Sumbar di Senayan jumlahnya menurun. “Dalam perkiraan saya jumlahnya ada sekitar 15 orang,”katanya.(h/lex/mat)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]