Harga Diturunkan, BBM Sulit Didapat


Selasa, 20 Januari 2015 - 19:38:04 WIB
Harga Diturunkan, BBM Sulit Didapat

“Sudah tiga SPBU saya datangi di sepanjang jalan By Pass ini. Tapi hingga sekarang saya belum bisa mendapatkan BBM. Padahal, harga BBM sekarang sudah turun,” ujar Abi salah seorang pemburu BBM kepada Haluan, Selasa (20/1)

Baca Juga : Jelang Idul Fitri, Gema Sehat Juken BKKBN Sumbar Bagi-bagi Sembako untuk Kaum Dhuafa di Padang

Salah seorang petugas SPBU di Sawahan Randi (28) mengatakan bahwa, ia kurang mengetahui kena­pa terjadi penumpukan atau melon­jaknya masyarakat yang mengisi BBM. Ha­nya saja ia mengakui  semalam me­mang pasokan BBM di SPBU nya kosong, “Semalam habis, tadi siang baru masuk kembali,” ujarnya.

Jefry (22)  salah seorang pengen­dara yang mengisi bahan bakar kendaraannya, mengaku bingung melihat perilaku konsumen setelah harga BBM turun. “Saya juga bi­ngung kenapa orang berbondong-bondong mengisi BBM. Padahal harganya turun. Mungkin karena banyak yang tidak isi BBM sebelum BBM turun, makanya sekarang pada mengisi,” jelasnya.

Baca Juga : H-6 Lebaran, Pantai Purus Padang Sepi Pengunjung

Kondisi ini diakui Hafis (25). Ia mengatakan bahwa minyak ken­daraannya memang sudah kosong sejak Sabtu. Makanya sekarang diisi full tank. Ia mengaku sengaja menun­da untuk mengisi BBM karena ia tahu harga BBM akan turun hari ini, Selasa (20/1).

Hal serupa juga terjadi di Si­junjung, tepatnya di SPBU di Jalan Lintas Sumatera Lubuk Batu, Muaro Bodi Kecamatan IV Nagari. Rina (28) warga setempat, mengaku dirinya hendak berangkat kerja dan posisi minyak dalam tangki sudah mau habis dan sudah direncanakan dari rumah mengisi BBM di SPBU itu, namun ternyata premium sudah habis. “Tapi pas sampai sini tutup pula, nggak ada BBM. Terpaksa mencari SPBU yang lain yang jarak­nya cukup jauh dari sini,” ujar Rina.

Sementara itu, Pengurus Him­punan Wiraswasta Nasional Minyak Dan Gas (Hiswana Migas) Sumbar, Zulhendri yang dikonfirmasi ter­pisah menyebutkan, pasokan BBM dari Pertamina untuk seluruh SPBU di Sumbar tetap seperti biasa, sesuai kuota yang diberikan. Tidak ada pengurangan.

Karena itu, pihaknya meyakini, kelangkaan yang terjadi pada bebera­pa SBPU saat ini disebabkan lonja­kan permintaan konsumen. Sebe­lumnya konsumen sempat menahan diri dan mengurangi pem­belian BBM. Mereka membeli BBM secu­kupnya saja sambil menunggu harga BBM turun, Senin (19/1).

“Kelangkaan di SPBU hanya bersifat sementara. Hal ini tak terlepas dari trik konsumen dalam memenuhi kebutuhan BBM. Dan memang lonjakan pembelian BBM itu mencapai 100 persen,” terang Zulhendri.

Turunkan Tarif

Sementara, tariff angkutan pasca­penurunan harga BBM sudah dise­suaikan oleh pengelola Perusa­haan Oto (PO) meski belum ada putusan Organda. Ilham, Ketua Unit Driver PO Ayah Jurusan Padang-Paya­kumbuh-Pekanbaru mengatakan pada Haluan, dengan turunnya harga BBM, PO Ayah berinisiatif sendiri menurunkan tarif untuk menjaga agar tidak sering terjadi percekcokan dengan pelanggan yang biasa meng­gunakan jasa angkutannya.

“Sebelum harga BBM turun, tarif angkutan tujuan Padang-Paya­kum­buh dengan minibus Rp27.000/orang. Pasca BBM turun, tarif juga kami turunkan sebanyak Rp2.000 menjadi Rp25.000. Sedangkan tarif angkutan tujuan Pekanbaru meng­gunakan minibus sebelumnya Rp95.000/orang turun menjadi Rp90.000,” ucap Ilham.

Hal senada juga dituturkan Heng­ki, Operator PO Safa Marwa jurusan Padang-Jambi. Biasanya ongkos Padang-Jambi, kata Hengki adalah Rp105.000/orang dan kini turun menjadi Rp100.000. (h/mg-rin/mg-fds/mg-isq/vie)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]