40 Ha Area Pertanian Pagaruyung Dibenahi


Rabu, 21 Januari 2015 - 19:07:22 WIB
40 Ha Area Pertanian Pagaruyung Dibenahi

Pada kesempatan itu, Kadis Pertanianbunhut Edi Arman, mengimbau anggota ke­lom­pok tani dan masyarakat se­kitar yang akan memanfaatkan jaringan irigasi ini agar dapat memelihara dan merawat ja­ringan irigasi tersebut.

Baca Juga : Wagub Sumbar: Perencanaan Food Estate Masih Banyak Masalah, Butuh Pengawasan!

“Ini merupakan program pemerintah pusat dan kegiatan pencanangan ini dilaksankan di seluruh kabupaten/kota se-Indonesia secara serentak untuk mendukung target pe­merintah dalam mendukung peningkatan swasembada pa­ngan 15 persen secara na­sional,” sebutnya.

Dana yang digontorkan pemerintah pusat ini cukup besar yang akan dialokasikan pada 30 hektare lahan sawah yang langsung masuk ke re­ke­ning kelompok tani. “Dalam melakukan program swa­sem­bada pangan, harus ada komit­men dari pihak provinsi, kabu­paten/kota se- Indonesia, ca­mat, Babinsa, Babin­kabtib­mas, UPTD, khususnya para penyuluh harus lebih giat dalam mensukseskan program tersebut.

Baca Juga : Sinergitas Antar Rumah Sakit Bisa Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Sumbar

“Kabupaten Tanah Datar memiliki Indeks Pertanaman (IP) sangat potensial, karena lebih dari 75 persen wilayah ini merupakan lahan pertanian,” sebut Edi Arman.

Tanah Datar optimis target nasional peningkatan produksi 15 persen akan bisa dan mam­pu direalisasikan karena pro­gram tersebut sangat didukung oleh berbagai komponen ter­kait serta areal yang tersedia.

Sementara itu pada ke­sem­patan tersebut, Dandim 0307 Tanah Datar Letkol. Kav. Tris­no Wibowo juga menjelaskan, setidaknya kondisi wilayah dan potensi yang bisa membuat program peningkatan swa­sem­bada pangan 15 persen secara nasional, yaitu telah didukung oleh lahan pertanian di Tanah Datar sangat subur dan sumber pengairan yang cukup serta masyarakatnya tangguh dan gigih.

“Kemudian yang tak kalah pentingnya, yakni panca lima swasembada pangan, diantara­nya benih, irigasi, saprodi, penyuluh dan pemasaran. Ini sangat menentukan sekali dalam pencapaian swasem­bada pangan, baik daerah mau­pun pusat,” tuturnya.

Peminat Raskin Tinggi di Pasaman

Sekitar 2.500 hektare sa­wah masih belum terairi de­ngan baik di Kabupaten Pasa­man. Kabid Tanaman Pangan Yurasti menyebutkan, belum terairi areal sawah masyarakat jelas mempengaruhi  hasil panen masyarakat. “Jelas saja ada penguruh yang signifikan jika sawah tidak terairi dengan baik. Penyebabnya belum ada­nya irigasi atau minimalnya bandar cacing,” jelasnya.

Untuk antisipasi me­rosot­nya hasil panen warga, te­ru­tama padi/beras, Pemkab Pasa­man telah launching besar-besaran untuk pembangunan dan perbaikan irigasi untuk 1.000. hektare sawah pada tahun ini.

“Program ini berada di 25 titik lokasi, dengan anggaran Rp1,1 juta per hektar,” tukuk­nya. Kalkulasi dari bantuan Kementerian Pertanian ter­sebut, senilai Rp1,1 miliar. “Ini program dalam rangka memperkuat ketahanan pa­ng­an Indonesia,” sebutnya.

Yuresti mengatakan, Pa­sa­man sebagai daerah surplus beras 92 ribu ton dengan luas areal sawah 21.822 hektare. “Ada beberpa kecamatan yang jadi pusat sawah, yaitu Bonjol, Panti dan Rao. Di kecamatan lain juga luas, namun lebih luas sawah di tiga kecamatan ter­sebut,” pungkasnya.

Di lain sisi, meski Pasaman sur­plus beras, namun per­mintaan masyarakat terhadap beras bantuan untuk masya­rakat miskin (raskin), masih tinggi.

Kabid Ketersediaan dan Pendistribusian Pangan Badan Pelaksanaan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Darlius menyebutkan, Rumah Tangga Sasaran Penerima Ma­n­­­faat Beras Miskin Kabu­pa­ten Pasaman berjumlah 20.193 kepala keluarga. Pe­ne­ri­ma Raskin terbanyak berada di  Duokoto 3114 kk, Lubuk­sikaping 2672 kk, dan Panti 2164 kk.

“Raskin tahun 2014 te­rea­lisasi semuanya. Meski kita surplus namun raskin tetap saja sangat dibutuhkan. Apalagi indikator kesejahteraan itu sangat beragam. Bahkan, ma­sih banyak di jorong-jorong yang tidak dapat raskin. Me­reka sepatutnya dapat tapi tidak ada nama tercantum dari data yang dikirim dari Pusat,” pungkas Darlius.

Menyikapi hal ini, Bupati Pasaman, Benny Utama me­ngaku, ketersediaan beras di Kabupaten Pasaman hingga saat ini masih mencukupi. ba­hkan, untuk Kabupaten Pasa­man sendiri, ditahun ini saja mengalami surplus beras. “Ta­hun ini kita masih surplus beras,” ungkapnya. (h/fma/col)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: redaksi[email protected]