Pemkab Pessel Optimalkan Fungsi PPI dan TPI


Rabu, 21 Januari 2015 - 19:08:14 WIB
Pemkab Pessel Optimalkan Fungsi PPI dan TPI

“Sementara Pessel me­miliki fasilitas PPI dan TPI sebagai wadah bagi nelayan untuk mengelola hasil tangkap. Misalnya TPI Tarusan, TPI Carocok Painan, PPI Kam­bang. Tahun ini seluruh fasili­tas niaga ikan ini fungsinya dioptimalkan,” ungkapnya.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 156, Sembuh 106, dan Meninggal Dunia 5 Orang

Sementara itu, terkait pe­rala­tan tangkap Pesisir Selatan menargetkan tahun 2015 dae­rah itu bebas dari perahu da­yung. Program itu juga didu­kung penuh Pemerintah Pro­vinsi Sumbar. Hampir 5.000 perahu dayung atau perahu layar masih dioperasikan nela­yan untuk melakukan aktifitas menangkap ikan di lautan.

Nasrul Abit Senin menye­butkan, perahu dayung amat berbahaya bagi nelayan. Nela­yan tidak bisa bergerak dengan cepat menghindari cuaca bu­ruk. Bila menggunakan perahu motor, maka resiko karam di laut akibat amukan badai dan gelombang besar lebih kecil.

Baca Juga : Mantan Wagub Sumbar Bangun Rumah Gadang Malintang Panai

Disebutkan Nasrul Abit, dengan masih banyaknya pe­rahu dayung juga menye­bab­kan produktivitas nelayan di daerah itu masih rendah. Bah­kan tercatat produksi perika­nan tangkap Kabupaten Pesi­sir Selatan cenderung rendah dan fluktuatif. Setiap tahun produksi perikanan rata rata hanya 29 ribu ton, padahal potensi lestari mencapai 100 ribu ton.

Fluktuasi produksi dapat dilihat melalui hasil tangkapan pertahun. Pada tahun 2005 produksi ikan sekitar 24 ribu ton, tahun 2006 sebanyak 26 ribu ton, 2007,hingga 2013 sekitar 25 ribu ton. Tahun ini juga diperkirakan sekitar 29 ribu ton

Baca Juga : BMKG Sampaikan Kisaran Ketinggian Hilal Jelang Penetapan Ramadan, Sumbar 3,66 Derajat

Pembangunan perikanan Pesisir Selatan pada beberapa tahun lalu memang pernah mengalami masa - masa tran­sisi. Misalnya terjadinya penu­runan produksi perikanan laut, terutama untuk nelayan de­ngan alat tangkap tradisional.

Namun menurut Nasrul Abit, setelah mengalami masa transisi, Pesisir Selatan telah berupaya untuk mengem­bali­kan, paling tidak ke posisi normal, dimana produksi peri­ka­nan bisa normal kembali.

Baca Juga : Waspada! Gelombang Tinggi di Mentawai Bisa Mencapai 5 Meter

“Laut kita punya potensi sangat besar. Jika kita hitung, potensi lestari perikanan  laut Kabupaten Pesisir Selatan  bisa mencapai 100 ribu ton pertahun. Namun potensi itu belum tergarap maksimal, Pessel baru bisa menggarap seperempatnya saja. Karena memang ada sejumlah per­soalan mendasar yang diha­dapi Pesisir Selatan selama ini,” ujar Nasrul Abit men­jelaskan.

Selanjutnya Kadis DKP Pessel Yoski W mengatakan, berdasarkan catatan Dinas Kelautan jumlah armada pe­nangkapan sekiatar 2.392 unit berupa mesin tonda, kapal payang, dan perahu dengan menggunakan mesin. Ini ber­pengaruh terhadap produksi ikan di perairan Pesisir Selat­an. Sementara itu sekitar 5.000 perahu nelayan digerakkan dengan tangan manusia dan angin, jumlah ini sangat berpe­ngaruh besar pada produksi ikan daerah ini. (h/har)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]