Pelaku Wisata dan Warga Datangi Kantor Disbudpar


Rabu, 21 Januari 2015 - 19:09:10 WIB
Pelaku Wisata dan Warga Datangi Kantor Disbudpar

Menurut Budiman, semua elemen yang ada di Taman Panorama akan mendukung kegiatan pariwisata yang meng­utamakan kenyamanan kepada seluruh pengunjung yang datang.

Baca Juga : PLN Peduli Salurkan Dana CSR/TJSL Rp 388 Juta untuk Sarana Umum di Padang

“Kami disini juga menyam­paikan aspirasi, tapi bukan untuk merongrong kebijak­sanaan pembangunan fisik yang dilakukan pemerintah. Kami menginginkan peme­rintah memberikan toleransi kepada masyarakat, karena kami juga elemen penting dalam pembangunan Taman Panorama Bukittinggi,” ujar Budiman.

Menurut Budiman, yang menjadi persoalan saat ini adalah rencana pemerintah yang akan menjadikan pintu masuk Taman Panorama dari yang sebelumnya dua pintu menjadi satu pintu.

Baca Juga : Pemkab Solsel Targetkan PAD Rp336 Juta dari Sewa Kios dan Los Pasar di 2021

Budiman menjelaskan, dibu­kanya dua pintu masuk di Taman Panorama akan mem­permudah pengunjung untuk masuk Taman Panorama, kare­na pada hari libur biasanya banyak pengunjung yang da­tang, sehingga memang di­butuh­kan pintu masuk yang banyak. Rencana satu pintu masuk yang akan diterapkan pemerintah dinilai akan me­nyulitkan pengunjung.

Selain itu, pemberlakuan satu pintu masuk dinilai Bu­diman bisa mengganggu sektor ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sekitar Taman Panorama.

Baca Juga : Kota Pariaman Berpotensi Kembangkan Bawang Merah, Tumbuh sangat Baik dan Subur

“Kami merasakan, jika diberlakukan sistem satu pintu, maka akan banyak dampaknya kepada masyarakat. Jika ingin membangun atau menerapkan sistem di Taman Panorama, kami berharap masyarakat dilibatkan, karena beberapa lokasi Taman Panorama ini berada di tanah ulayat mas­yarakat,” jelas Budiman.

Sementara itu, Kepala Dis­budpar Bukittinggi Melfi Abra menjelaskan, sistem satu pintu yang direncanakan pemerintah itu bukan berarti menutup pintu di sebelah kanan ger­bang. Ia menjelaskan, sistem satu pintu itu artinya hanya satu pintu masuk pada bagian ger­bang utama, sementara tempat ke luar pengunjung berada pada bagian kanan gerbang.

Baca Juga : Bupati Padang Pariaman Serahkan Bantuan Sembako ke Beberapa Panti Asuhan

Melfi Abra beralasan, ren­cana satu pintu masuk itu dilakukan karena keterbata­san sumber daya manusia yang mengelola karcis masuk. Ia menjelaskan, yang berhak me­ngelola karcis masuk adalah pegawai yang berstatus Pega­wai Negeri Sipil (PNS), se­men­tara saat ini hanya ada dua PNS yang mengelola karcis masuk.

Melfi Abra melanjutkan, rencana sistem satu pintu juga bertujuan untuk menjaga sir­ku­lasi pengunjung. Pintu ma­suk dan pintu keluar dipisah­kan, agar memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mem­beli buah tangan atau oleh-oleh di kawasan Taman Panorama.

“Tapi menurut diskusi yang berkembang, mereka ingin tetap diberlakukan dua pintu. Kalau itu yang mereka ingin­kan, ya gak apa-apa. Saya sebe­tulnya menawarkan uji coba, karena belum pernah teruji, apakah jual beli pedagang lebih banyak satu pintu atau dua pintu,” jelas Melfi Abra. (h/wan)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]