Warga Masih Dihantui Ketakutan


Rabu, 21 Januari 2015 - 19:12:36 WIB
Warga Masih Dihantui Ketakutan

Sebelumnya, Kepala BPBD Pes­sel Doni Guzrizal menyebutkan, Badan Penangulangan Bencana Dae­rah Kabupaten Pesisir Selatan telah terjun kelokasi untuk mela­kukan pengecekan ke lokasi abrasi pan­tai.”Berdasarkan laporan dari anggo­tanya dilapangan, puluhan rumah dan pondok yang terkena abrasi pantai tersebut 10-15 meter terkikis gelom­bang. Dan rata –rata rumah warga tersebut permanen yang posisinya berada ditepi pantai,” katanya.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Menanjak, Gedung SMPN 2 Tabing Dijadikan Pusat Isolasi

Dikatakannya pihaknya segera laporkan hal ini ke Pemprov Sum­bar dan Balai Sumbar. Pemerintah daerah Kabupaten Pesisir Selatan bersama Dinas PSDA Pessel menya­l­urkan 500 karung kantong pasir yang nantinya akan dipasangan atau penanganan darurat dititik titik terparah sembari menunggu ban­tuan dari Provinsi dan Balai sumbar.

Dia menghimbau kepada ma­syarakat yang berada disepanjang aliran sungai besar dan sepanjang bibir pantai untuk mewaspadai anomali cuaca. Kejadian ini sebe­narnya sudah pernah terjadi dilokasi yang sama, namun kini kondisi semakin parah.

Baca Juga : Corona Masih Menggila, Pemprov Riau Perpanjang PPKM Skala Mikro

Sementara itu Ketua Bamus Mua­ro kandih yang berhasil di hubungi Haluan Yung Aman menga­takan, rumah warga yang rusak berat adalah milik Ilen Piris (45), Supardi Iset (35), Ujang Tasar (40), Irel Iren (30). Sedangkan dua pondok milik warga yang mengalami rusak berat, milik Datuk Silan (60) dan Isek (35) . Dan puluhan batang pohon kelapa tum­bang akibat tersapu gelombang laut.

“62 KK yang bermukim dekat pantai dan muara di Muara Kandih kini hidup dalam kecemasan. Untuk penanggulangan sementara kawasan ini butuh sekitar 5000 karung untuk membuat benteng karung berisi pasir. Sekarang sudah datang 500 karung,” katanya.

Ia berharap kepada pemerintah daerah ataupun provinsi segera membangun panahan ombak (jate) kurang lebih 2,8 Km. Selain abrasi pantai, ada beberapa rumah warga yang berada di sepanjang aliran sungai yang kondisnya pun rawan abrasi sungai. Namun, begitu bebe­rapa warga tetap tinggal disana karena mereka sudah puluhan tahun bermukim.

Terkait cuaca yang buruk bela­kangan ini, Bupati Pessel Nasrul Abit mengimbau warganya agar berhati-hati. Terutama meraka yang bekerja sebagai nelayan. Sementara kawasan yang diamuk abrasi, kepa­da walinagari dan camat segera buat rincian kebutuhan karung untuk kebutuhan penangan darurat. (h/har)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]