Hukuman Mati untuk Kejahatan Luar Biasa


Rabu, 21 Januari 2015 - 19:19:53 WIB
Hukuman Mati untuk Kejahatan Luar Biasa

Dikatakannya, dalam tin­dak pidana ekstra ordinary crime ada hukuman mati yang merupakan suatu hukuman keniscayaan bagi pelaku keja­hatan extra ordinary crime.

Baca Juga : Survei IPO: AHY Masuk Lima Besar Tokoh Potensial di Pilpres 2024, Anies Teratas

Pihaknya berharap, dengan adanya hukuman mati  pada kejahatan luar biasa ini, ma­ka dapat melindungi generasi bangsa dari bahaya narkoba. Saat ini, Indonesia telah men­jadi negara tujuan dan terbesar ketiga transaksi narkoba di dunia. Selain itu, perlu pemi­kiran kreatif dalam mencegah dan menanggulangi kejahatan penyalahgunaan narkoba ini.

Dikatakannya, Imigrasi dan Lapas adalah yang santer disebutkan sebagai  pusat gerbang penyalahgunaan nar­koba. Untuk itu, para penegak hukum diminta agar bekerja intensif di kedua tempat tersebut.

Baca Juga : Pakar Analisis Ucapan Moeldoko 'Diperintah Jokowi': Tak Ubahnya Unjuk Kekuatan

Sementara itu, Ketua Ko­misi III DPR, Aziz Syamsudin menyatakan mendukung lang­kah kerja dari Kemen­kum­ham. Akan tetapi pihaknya mempersalahkan pemberian remisi dari hak proregatif Presiden dan pembebasan bersyarat terhadap terdakwa ekstra ordinary crime.

Kendati demikian, dia me­minta agar kementerian tidak terpengaruhi oleh tekanan tertentu seperti kalangan LSM dan pejabat tertentu.

Baca Juga : Berikut Daftar Pengurus Masyumi Reborn: Ahmad Yani Ketum, Alfian Tanjung Waketum

“Kejahatan pe­nya­lah­gu­naan narkoba adalah tindak pidana ekstra ordinary crime. Yang merupakan keja­hatan yang dapat membahayakan negara. Untuk itu, perlu huku­man berat dan tegas terhadap kejahatan tersebut agar tim­bulkan efek jera,” terangnya.

Dikatakannya, negara lain seperti  Malaysia, Singapura telah melakukan hukuman mati terhadap pelaku pe­nya­lahgunaan narkoba.

Baca Juga : AHY Temui Ketum PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Bahas Soal Ancaman Demokrasi

Mengenai protes dari ber­bagai negara mengenai hu­kuman mati di Indonesia, Komisi III memakluminya. Namun, kata dia, hukuman mati tetaplah hukum yang harus dijalankan di Indonesia.

Enam terpidana yang sudah dieksekusi ialah Ang Kim Soei (62) warga negara Belanda, Namaona Denis (48) warga negara Malawi, Marco Archer Cardoso Mareira (53) warga negara Brasil, Daniel Enemua (38) warga negara Nigeria, Rani Andriani atau Melisa Aprilia (38) warga negara Indonesia; dan Tran Thi Bich Hanh (37) warga negara Viet­nam. (h/lex)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]