Tanpa Listrik dengan Rumah yang Tak Layak


Rabu, 21 Januari 2015 - 19:27:19 WIB
Tanpa Listrik dengan Rumah yang Tak Layak

Lokasinya, tak jauh dari rumah yang mereka tempati saat. Tahun 2011 itu Nurjaya dan keluarganya tinggal di rumah milik orangtuanya. Na­mun akibat musibah keba­karan yang meratakan rumah­nya dengan tanah, Nurjaya terpaksa mengungsi dan ting­gal di rumah milik keluar­ganya yang lain karena kebetu­lan tak dihuni.

Baca Juga : Investasi Tumbuh, Indonesia Maju

Namun ironis, karena hing­ga saat ini pihak pemerintah Kabupaten Sijunjung yang sudah tiga tahun pula men­janjikan akan memberikan bantuan kepada Nurjaya, tak kunjung tiba. Padahal semua persyaratan semua berkas telah ia selesaikan di tingkat pe­merintahan nagari.

Musibah itu jugalah yang mem­buat kehidupan Nurjana dan ibunya Hindun serta dua anaknya mulai tidak menentu. Baik secara eko­nomi, kesehatan keluarga Nurja­ya juga tidak terjamin akibat lantainya tidak semuanya di semen dan hanya beralaskan terpal. Dua perempuan ibu dan anak itu telah ditinggal mati oleh suaminya masing-masing. Se­hingga untuk biaya hidup sehari-hari, Nurjaya bekerja di sawah-sawah warga. Meski tidak mencukupi, namun Nurjaya dan ibunya mesti menjalaninya dengan sabar.

Baca Juga : Kenangan Bersama Bang Rusdi Lubis

Nurjaya yang tinggal bersama dua orang anak dan ibu kandungnya tersebut sudah hampir empat tahun menempati bangunan rumahnya yang lebih layak untuk disebut gubuk. Bermodalkan kesabaran, Nurjaya bersama anggota keluar­ganya, bahkan pasrah menempati bangunan rumah mungil miliknya walau tanpa penerangan lampu listrik sama sekali.

Pekerjaan sebagai buruh sera­butan dengan penghasilan tidak menentu mengharuskan Nurjaya untuk melalui hari-hari dengan penerangan lampu minyak sea­danya. Harga minyak tanah sebesar lima ribu lima ratus perliter, dira­sakan Nurjaya sudah sangat mahal di tengah tidak menentunya peker­jaan sebagai buruh serabutan.

Kendati begitu, Nurjaya tidak ingin berpangku tangan dengan mengingat bebannya sebagai seo­rang ibu, anak sekaligus kepala keluarga yang harus menghidupi  tiga orang anggota keluarganya. Desakan ekonomi mengharuskan dirinya untuk tetap bekerja keras dan mela­koni hampir semua jenis pekerjaan, sepanjang penghasilan yang diper­olehnya masih halal.

Berbekal hasil jerih payah yang dikumpulkannya selama ini, Nurja­ya mampu menyisihkan sedikit rupiah untuk membeli kebutuhan keluarganya seperti beras, lauk-pauk dan uang jajan bagi anaknya Dasril (12) yang bersekolah di salah satu SD Negeri di TBA meskipun seadanya.

Beruntung, untuk biaya pen­didikan, Dasril tidak mendapat beban dari sekolah. Karena kata Nurjaya, anaknya itu mendapatkan keringan dari pihak sekolah karena status orang tuanya yang tidak mampu. Dasril sering mendapatkan bantuan dari BOS dan bantuan siswa miskin (BSM). Sementara untuk pakaian seragam sekolah, Dasril beberapa kali dibelikan oleh seko­lah dan dermawan.

Perasaan sedih, terkadang tak mampu disembunyikan Nurjaya di kala melihat anak-anaknya yang harus belajar di bawah penerangan lampu minyak tanah. Jauh di dalam lubuk hatinya, Nurjaya berharap, agar anaknya kelak dapat meraih prestasi dan masa depan kehidupan yang jauh lebih baik, bila diban­dingkan dengan kondisi keluarganya saat ini.

“Saya tidak tega melihat anak-anak saya dan ibu kandung saya hidup menderita di bawah himpitan ekonomi keluarga saya yang pas-pasan. Kita hanya bisa berdoa dan berharap agar putra-putri saya dapat melakoni kehidupan seperti anak-anak orang mampu pada umumnya,” ujarnya sembari mengusap air mata­nya yang seolah-olah tak ingin dilihat oleh anaknya.

Nurjaya menuturkan, kendati semua butuh kesabaran dan keikh­lasan. Dirinya yakin dan percaya, akan ada hikmah di balik semua cobaan yang dilaluinya saat ini bersama ketiga anggota keluarganya. Sungguh sebuah potret kehidupan yang memiriskan memang. Namun, manusia hanya sanggup untuk beren­cana dan berikhtiar untuk dapat meraih masa kehidupan yang jauh lebih baik. (*)

 

Oleh:
OGI GUSNANDAR

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]