Kejari Riau Perintahkan Tangkap Tahan


Kamis, 22 Januari 2015 - 19:17:36 WIB
Kejari Riau Perintahkan Tangkap Tahan

“Ya, mulai hari ini (kema­rin), perintah tangkap dan tahan terhadap tersangka TN sudah dikeluarkan. Kita lang­sung memburu keberadaan tersangka,” tegas Hendar, pang­gilan akrab jaksa muda itu.

Baca Juga : Emersia Water Park Siap Ramaikan Pariwisata Tanah Datar

Dikatakan Hendar, TN sudah tiga kali dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi retribusi Terminal Barang Dishub Dumai. Hanya saja yang bersangkutan tak menun­jukkan itikad baik, sehingga perlu dikeluarkan surat tang­kap dan tahan tersebut.

“Panggilan untuk TN da­lam kapasitas sebagai ter­sangka sudah tiga kali kita layangkan. Namun, yang ber­sang­kutan tak kooperatif, se­hing­ga perlu dilakukan pe­nang­kapan dan penahanan,” bebernya.

Baca Juga : Berkunjung ke Solo tak Afdal Kalau Belum...

Menurutnya, ada tiga fak­tor seorang tersangka dilaku­kan penahanan. Yakni, ter­sangka dikuatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, serta mengulangi per­buatannya.

Pihaknya pun sudah me­nelusuri keberadaan tersangka di Dumai, termasuk men­datangi rumah TN dan kantor tempat yang ber­sangkutan berdinas.

Baca Juga : Daftar 10 Tempat Paling Indah di Dunia yang Wajib Dikunjungi

“Saat kita cek ke rumahnya, memang sudah tak diketahui lagi keberadaan TN. Status rumah tersebut juga bukan milik dia lagi. Begitu juga saat kita telusuri ke tempatnya bekerja. Menurut atasannya, TN sudah tak pernah masuk kantor. Jabatan juga struk­turalnya sudah dicopot, na­mun ia masih memakai kendaraan dinas kantor,” beber Hendar.

Kemungkinan TN mela­rikan diri ke kampung hala­mannya di Aceh, ia mene­gaskan hal tersebut juga tengah ditelusuri. Intinya, kata Hen­dar, mulai kemarin tersangka TN sudah diburu jaksa. Se­men­tara itu, dua orang ter­sangka lainnya yakni TI dan AC sudah siap pemberkasan. Tinggal pelimpahan ke Penga­dilan Tipikor Pekanbaru.

Baca Juga : Sekjen PHRI Sebut 121.485 Pegawai Hotel-Restoran Bakal Divaksin Corona

“Tersangka TI dan AC memang tidak kita tahan, karena mereka kooperatif dan selalu memenuhi panggilan penyidik tepat waktu,” jelas­nya.

Dikatakan Hendar, hingga kemarin memang belum ke­luar hasil audit dari BPKP tentang kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi retribusi Terminal Barang tersebut. “Hasil audit BPKP tersebut dibutuhkan nantinya dalam persidangan, berikut saksi ahlinya. Ya, hal tersebut tak mengganggu proses hukum penyidikan kasus ini,” tukasnya.

Seperti diberitakan, setelah dilakukan pemeriksaan se­men­tara lewat penyelidikan sejumlah saksi oleh penyidik di Kejari Dumai, terhitung senilai Rp266 juta negara mengalami kerugian akibat Kasus dugaan korupsi di Ter­minal Barang Dumai.

Uang senilai Rp 266 juta itu muncul dalam hasil peme­riksaan oleh penyidik. Uang tersebut lantas disalurkan ke rekening seseorang yang mem­punyai pengaruh di dinas terse­but.

Dugaan penyimpangan ditemukan dalam mekanisme atau alur keuangan di terminal tersebut. (hr)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]