Gagal Pramusim, SP Pecat Pelatih


Kamis, 22 Januari 2015 - 19:50:33 WIB
Gagal Pramusim, SP Pecat Pelatih

CEO Semen Padang FC, Da­coni yang coba ditelpon terkait pemecatan ini tak me­nang­gapi telepon dari Haluan. Beberapa media lainnya, juga mengalami hal serupa. Hanya saja, Dirtek Asdian menye­butkan pergantian pelatih kepala sebagai bentuk upaya meng­hadirkan warna baru bagi tim.

“Mudah-mudahan ada per­baikan,”kata Asdian yang juga Kabiro Humas PT Semen Pa­dang ini melalui pesan black­berry-nya kepada Haluan.

Baca Juga : Italia Melaju ke 16 Besar Euro 2020

Informasi yang dikum­pul­kan pemecatan pelatih ber­lisensi A AFC ini menim­bulkan banyak spekulasi. Be­berapa sumber Haluan di luar ling­kungan PT Kabau Sirah bahkan sudah mem­beri sinyal. Aroma pemecatan itu sudah tercium sebelum SCM Cup.

“Jika Semen Padang gagal dalam SCM Cup, maka Jafri akan diganti,”kata sumber Haluan.

Ketika sinyalemen dikon­firmasi kepada CEO Semen Padang FC, Daconi, yang bersangkutan tegas-tegas mem­bantah. “Oh tidak,” te­gasnya saat berbicara melalui tele­pon dengan Haluan.

Ternyata, sinyalemen itu terbukti dan Jafri kabarnya hanya dipecat melalui perte­muan dengan Dirtek Asdian karena CEO Daconi tak berada di Padang. Hanya saja, belum ada penjelasan resmi dari mana­jemen terkait langkah ini . Media Officer yang harusnya pro aktif memberikan penjelasan, juga tak memberikan keterangan.

Pemecatan yang terkesan tak lazim ini  cenderung rawan karena kompetisi akan segera bergulir. Beberapa tim besar di Eropa sana, bahkan memberi kesempatan kepa­da pelatih yang gagal pada pra musim untuk berbuat lebih pada kompetisi sesungguhnya.

David Moyes yang hancur-han­curan di pra musim, tetap mendapat kesempatan untuk meracik Man­chester United dan baru diganti di tengah musim. Hal serupa juga dialami oleh dialami Filippo In­zaghi di AC Milan dan  Louis van Gaal yang musim ini menangani Setan Merah, Manchester United.

MU sendiri kini sudah mulai kembali ke track dan mulai masuk papan atas Premiere League, lebih baik dibanding musim sebelumnya yang finish di papan tengah.

Wartawan senior olahraga di Padang, Syafrizal mengaku tak menemukan catatan adanya pelatih di Indonesia yang dipecat karena pencapaian pramusim yang tak maksimal. “Tak ada dalam catatan saya, mungkin ada yang luput dari pengamatan saya,”katanya.

Pemecatan pasca pramusim ini juga kontradiktif dengan capaian Jafri sepanjang 2014. Menurut Syafrizal, pada situs berita sepakbola terbesar di Indonesia, goal.com, Jafri masuk nominasi tiga pelatih terbaik Indo­nesian Super League (ISL) 2014 yang disaring oleh koresponden se Indo­nesia. Jafri kalah dari Dejan Antonic (PBR) dengan persentase yang sangat tipis.

Pada sesi pemilihan terbaik bulanan versi goal.com, Jafri bahkan dua kali terpilih sebagai pelatih terbaik ISL, yakni pada bulan April dan Juni 2014.

Namun, pandangan berbeda disampaikan  asisten pelatih Timnas U-23 Mustaqim, ketika dimintai tanggapannya soal pergantian pelatih pasca gagal pramusim. Menurut mantan pemain Timnas ini, ada beberapa pelatih di Indonesia yang diganti karena capaian pra musim yang tak baik.

Sayangnya, Mustaqim tak me­nye­but nama-nama pelatih yang dipecat pasca pramusim tersebut. Ia menilai, pergantian pelatih meru­pakan salah satu jalan untuk mem­buat suasana baru dalam tim, teru­ta­ma tim yang baru saja men­dapat­kan hasil yang tak baik selama persiapan.

“Fase-fase persiapan kompetisi itu kan ada. Nah, Semen Padang kemarin dengan komposisi pemain yang baik, terlihat berbeda karena sudah masuk fase uji coba. Saya secara menyeluruh tentu tak me­ngetahui apa yang terjadi dengan Semen Padang,”katanya.

Namun, di sisi lain, factor penon­ton juga jadi perhatian Mustaqim. “Kok stadion kosong ya waktu Semen Padang main (di SCM Cup), ”katanya balik bertanya.

Menurut Mustaqim, kehadiran penonton di stadion menjadi salah satu kunci penyemangat pemain di lapangan. “Saya kan dulu pemain. Saya makin senang dan bersemangat ketika penonton banyak. Saya bang­ga jika dilihat banyak orang dan saya akan lihatkan kemampuan terbaik saya,”katanya lagi.

Dari pantauan Haluan sepanjang SCM Cup, pemain memang terlihat kurang bergairah. Belum diketahui apa sebab pemain tampil tanpa passion. Beberapa fans dalam fans page Semen Padang FC juga mem­pertanyakan itu.

Beda lain yang tampak di lap­a­ngan adalah ketika instruksi pelatih. Biasanya, dalam kompetisi In­donesian Super League (ISL) yang kerap tampil di technical area adalah Jafri Sastra memberikan arahan ke pemainnya. Sesekali, Welliansyah sang asisten pelatih yang bergantian memberikan  ins­truksi. Namun, pada turnamen pra musim, Jafri jarang masuk ke areal teknik tersebut.

Dalam perbincangan dengan wartawan sebelumnya, Jafri pernah mengungkap keinginannya mem­boyong beberapa pemain dari setiap lini, untuk mengisi pos pemain yang tak diperpanjang kontraknya. Na­ma-nama pemain yang masuk radar Jafri adalah, Wildansyah (Pelita Bandung Raya) Purwaka Yudhi (Arema), M.Robi (Persisam) Dedi Gusmawan (Mitra Kukar) dan Domingus Fakdawer (Persipura) untuk barisan belakang

Sementara di barisan tengah, Jafri meminta nama-nama seperti Kim Jefry Kurniawan (PBR) dan Asri Akbar (Sriwijaya) Sementara untuk barisan depan, nama seperti Samsul Arif dan Zulham Zamrun juga dilirik.

Kini, kursi pelatih Semen Pa­dang FC menjadi incaran banyak pelatih dan kabar tersebut beredar dengan cepat. Mereka bahkan tak sungkan untuk mengajukan diri menjadi pelatih. Seorang mantan pejabat Semen Padang bahkan me­nyebutkan dirinya mengetahui pe­mecatan Jafri Sastra dari seorang pelatih yang menawarkan diri untuk melatih Semen Padang.

“Dia  minta jadi pelatih Semen Padang. Saya tak tahu ternyata Jafri sudah dipecat. Kenapa kok be­gitu,”tanyanya si pejabat yang ingin namanya tak disebut dari ujung telepon sana. (h/mat)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]