Proyek KA Lintas Sumatera Dikebut Lima Tahun


Jumat, 23 Januari 2015 - 19:25:42 WIB
Proyek KA Lintas Sumatera Dikebut Lima Tahun

Dijelaskan Yoserizal, se­suai dengan arahan Menhub, Ignasius Jonan, saat ini ada jalur yang terputus di Sumut yakni di Rantauprapat sampai Kertapati. Dalam waktu dekat ini, jalur itu akan disatukan kembali. Jonan mengaku tak ada permintaan khusus dari kepala daerah untuk menyam­bungkan rute kereta api terse­but. Bahkan dalam pertemuan dengan lima gubernur, tidak ada pembahasan tentang ken­dala yang dihadapi dalam mengaktifkan trase atau rute kereta api itu.

Baca Juga : Sumatera Adventure Bisa Menjadi Lokomotif Ekonomi Baru 

“Dalam pembahasan itu belum ada pembicaraan me­nge­nai kendala mengaktifkan jalur kereta api. Belum dimulai kok bicara kendala. Mulai dulu, baru nanti tahu ada kendala atau tidak,” kata Iga­na­sius, usai mengadakan per­temuan dengan 5 Gubernur se Sumatra.

Sementara itu terkait de­ngan permasalahan pem­be­basan lahan untuk mengak­tifkan jalur kereta api, Jonan berharap hal itu tidak terjadi. Persoalan pengadaan lahan tidak menjadi batu sandungan dalam mewujudkan jalur kere­ta api lintas Sumatera. Ia mengatakan pengaktifan jalur kereta api lintas Sumatera ditargetkan selesai dalam wak­tu lima tahun ini.

Baca Juga : Bagian dari Sport Tourisme, Sandiaga Uno Dukung Pelaksanaan Tour de Singkarak Digelar Tahun Ini

Pengaktifan jalur kereta api ini, menurut mantan Direktur Utama PT KAI ini sangat banyak manfaatnya. Terutama untuk mengurai kepadatan lalu lintas di lintas Sumatera. Soal bangunan yang berada di jalur kereta api, Kemenhub me­mastikan tidak ada ganti rugi. Apalagi keberadaan bangunan itu melanggar hukum. Se­mentara untuk masyarakat yang sewa lahan milik PT KAI, bakal mendapatkan ganti rugi. Namun, Kemenhub masih enggan merinci berapa nilanya.

“Bangunan di tanah liar, biasanya kalau kita gunakan lagi, bisa diambil lagi. Karena tanahnya punya negara, paling biaya untuk pindah yang di­tang­gung,” ungkapnya.

Untuk mengaktifkan kem­bali rel kereta api yang telah ada dan pembangunan fisik serta pembebasan lahan untuk jalur yang baru di Indonesia, diperkirakan akan menelan total anggaran Rp 150 triliun. Tahun ini dianggarkan Rp 4,6 triliun. Selain untuk rel kereta api lintas Sumatera, dalam anggaran Rp 150 triliun itu juga termasuk untuk pem­bangunan rel kereta api di wilayah Kalimantan, Sulawesi serta Papua.

Khusus untuk lintas Suma­tera nantinya untuk tahap awal akan menghubungkan Sumut, Sumbar dan Sumsel. Tiga dae­rah itu mulai dari Rantau Pra­pat, Sumut, kemudian ke Dumai, Pekanbaru, Jambi sam­pai ke Kertapati Palem­bang yang umumnya melintasi daerah Sumatera Bagian Timur.

Sedangkan untuk bagian barat, ada dua simpul nan­tinya, yakni mulai dari Pa­dang ke Indarung-Solok hing­ga ke Muaro Sijunjung dan bertemu dengan jalur utama yang mana jalurnya sudah ada. Kemudian mengaktifkan jalur dari Pa­dang-Padang­panjang-Bukit­tinggi hingga ­ke Payakumbuh.

Kemudian dari Paya­kum­buh dan juga dari Muaro Sijun­jung sampai ke per­batasan Riau untuk masuk jalur utama akan dibangun baru. Itu pun jika daerahnya sudah selesai pembebasan lahannya lebih dulu.

Sesuai rencana, pekan ini akan dilakukan MoU untuk memulai pengerjaannya se­hing­ga ditargetkan dalam rentang waktu tiga tahun ke depan, jalur tersebut sudah bero­perasi dan bisa meng­hubungkan masing-masin­g pelabuhan kota di lima daerah tersebut. Dalam pertemuan menhub tersebut hadir Gu­bernur Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel dan Sumut. (hr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]