Pencari Batu Akik Merusak Lingkungan


Jumat, 23 Januari 2015 - 19:36:36 WIB
Pencari  Batu Akik  Merusak Lingkungan

Uu sendiri mengklaim aktivitas tambang batu akik di Garut sejauh ini hanya dilaku­kan pengusaha kecil dengan lahan sangat terbatas. Penam­bangannya masih tradisional, dan tidak berlangsung secara massif.

Baca Juga : Ngeri! Pria India Tewas karena Selangkangannya Kena Taji Ayam

Dia pun menuturkan, pi­hak­­­nya pernah menge­luarkan izin tambang batu mulia bebe­rapa tahun lalu, sebelum batu mulia Garut booming, dan sebelum ada UU Nomor 4 Tahun 2009. Bahkan pihak­nya pernah melakukan pem­binaan in­tensif terhadap pela­ku tam­bang batu mulia terse­but hingga bantuan alat dari Peme­rintah Pusat pun turun.

Hal itu karena prediksi ada potensi batu yang dinilai punya pasar menjanjikan. Sehingga perlu ada pe­na­nga­nan dan perhatian peme­rintah.

Baca Juga : Aduh, Pak Tani Ini Ketagihan Nyabu

Saat itu tak ada batasan, berapapun lahan dimiliki, maka­nya dikeluarkan izin, bahkan disampaikan ke Ke­men­t­erian ESDM (Energi Sumber Daya Mineral). Dinas Perin­dustrian pun sempat melakukan pembinaan, kata Uu.

Akan tetapi, lanjutnya, ketika muncul UU Nomor 4 tahun 2009, ternyata UU tersebut tak memberikan kesempatan bagi pengusaha kecil. Masyarakat pemilik lahan yang tadinya dapat izin pun tak mengajukan izin lagi.

Baca Juga : 182 Pekerja Migran Nonprosedural Dipulangkan dari Malaysia

Kita juga tak mungkin mem­prosesnya karena dibatasi Undang Undang tadi. Dika­tegorikan home industry eng­gak bisa, karena di kita enggak ada klausul itu, ujarnya.

Uu menyebutkan, potensi tambang batu akik di Garut tersebar antara lain di Keca­matan Bungbulang, Caringin, Singajaya, Cihurip, dan Cisu­rupan. Jenis batu akik diha­silkan terutama jenis chryso­prase chalcedony. Daerah terse­but juga merupakan kawasan potensi tambang emas, galena, dan tanah malkalit untuk tem­baga.

Baca Juga : Pelaku Perampok Bengkel Mobil Tertangkap

Guna mencegah kemung­kinan kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang batu akik, pihkanya berharap para pelaku usaha tambang batu akik mematuhi berbagai ketentuan yang berlaku.

Penambangan itu memang kadang tak kasat mata. Begitu pun pelakunya. Apalagi bila scope-nya kecil. Karena lokas­inya jauh, saat kita datang, masyarakat menghentikan akti­vi­tas tambangnya, dan kita hanya mendapati bekas galian-galian kecil. Ini sulitnya, ucap­nya.  (h/inh)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 28 Februari 2021 - 13:25:00 WIB

    Ngeri! Pria India Tewas karena Selangkangannya Kena Taji Ayam

    Ngeri! Pria India Tewas karena Selangkangannya Kena Taji Ayam Seorang pria India meninggal karena ayam adu miliknya yang sudah dipasangi pisau di kakinya melukai selangkangannya ketika berusaha kabur dari tangkapannya..
  • Sabtu, 27 Februari 2021 - 23:59:16 WIB

    Aduh, Pak Tani Ini Ketagihan Nyabu

    Aduh, Pak Tani Ini Ketagihan Nyabu Sehari-hari  MAR alias Agus (30)  adalah petani di  Inhu, Provinsi Riau, namun kini  sudah terkontaminasi dengan Narkoba. Tak tanggung tanggung Narkoba yang dinikmatinya jenis Sabu..
  • Sabtu, 27 Februari 2021 - 23:53:17 WIB

    182 Pekerja Migran Nonprosedural Dipulangkan dari Malaysia

    182 Pekerja Migran Nonprosedural Dipulangkan dari Malaysia Dengan menggunakan pesawat terbang carter Malindo OD355 dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA), sebanyak 182 orang pekerja migran nonprosedural dipulangkan dari Malaysia  ke Surabaya, Jawa Tmur, Sabtu (27/2/2021), p.
  • Sabtu, 27 Februari 2021 - 23:42:19 WIB

    Pelaku Perampok Bengkel Mobil Tertangkap

    Pelaku Perampok Bengkel Mobil Tertangkap Pelaku perampok sadis dengan percobaan pembunuhan di bengkel mobil Pro Knalpot sudah ditangkap Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah..
  • Sabtu, 27 Februari 2021 - 23:32:57 WIB

    Diculik KKB, 27 Pelajar Telah Dibebaskan

    Diculik KKB,  27 Pelajar Telah Dibebaskan Kelompok kriminal bersenjata (KKB)  di Nigeria, membebaskan 27 remaja laki-laki, Sabtu (27/2/2021). Mereka diculik dari sekolah  pekan lalu di Negara Bagian Niger..
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]