Australia Minta Warganya Tak Dieksekusi Mati


Jumat, 23 Januari 2015 - 19:51:33 WIB
Australia Minta Warganya Tak Dieksekusi Mati

“Pengampunan yang men­ja­di hak prerogatif selayaknya diberikan kepada mereka,” kata Abbott dalampernyataan. “Australia menentang hu­ku­man mati baik di dalam mau­pun luar negeri.”

Baca Juga : Sudah 8 Dekade, OCBC NISP Lanjutkan Komitmen untuk Literasi Keuangan

Presiden Indonesia Joko Widodo yang mulai memim­pin pada Oktober bertekad tidak akan memberi ampun bagi napi narkoba, sehingga menuai kritikan dari pegiat hak asasi manusia di dalam maupun luar negeri.

Indonesia telah mengek­sekusi enam napi pengedar narkoba, termasuk lima warga negara asing, melalui regu tembak pekan lalu.

Baca Juga : Sehari Jelang Ramadhan, Distributor Pangan Juga Kena Sidak Satgas

Brasil dan Belanda mena­rik duta besar mereka dari Jakarta, sementara Nigeria memanggil dubes Indonesia di Abuja, untuk memrotes ekse­kusi warga mereka.

Abbott mengatakan dirinya bersama Menteri Luar Negeri Julia Bishop telah melakukan pendekatan langsung ke pejabat di Indonesia dan “terus melakukan langkah yang diperlukan melalui saluran-saluran paling efektif” untuk menghentikan eksekusi Myu­ran Sukumaran dan Andrew Chan.

Baca Juga : Serai Wangi Padang Pariaman Tembus Pasar Timur Tengah dan Eropa

Belum jelas kapan eksekusi Sukumaran (33) dan Chan (31) akan dilakukan.

Sebelumnya Bishop menga­takan ia tidak akan mengesampingkan kemung­kinan menarik dubes Australia jika eksekusi benar-benar dilak­sanakan.

Baca Juga : Aduh, Harga Sembako Merangkak Naik Sehari Jelang Ramadhan

“Ini adalah saat-saat yang sangat sulit bagi keluarga dua anak muda ini,” kata Abbott. “Saya berbicara dengan kedua keluarga itu hari ini dan akan memastikan bahwa pe­merin­tah terus mendukung mere­ka.”(h/ans)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]