Sulitnya si Miskin untuk Sembuh dari Sakit


Jumat, 23 Januari 2015 - 20:04:58 WIB
Sulitnya si Miskin untuk Sembuh dari Sakit

Awal penyakitnya, ketika ia merantau ke Bandung dan berdagang. Ketika, bermain sepakbola ia terjatuh dan kena punggung belakangnya se­hingga membuat ia lumpuh. Kemiskinan juga, yang mem­buatnya pasrah atas penyakit yang dideritanya itu.

Baca Juga : Etika Politik Koalisi PKS dan PAN dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Biaya berobat sudah tidak dimilikinya. Untungnya ia memiliki Jamkesmas yang selalu menjadi “andalan” rak­yat jelata itu. Namun, kendala berobat yang ia alami adalah karena tidak ada uang untuk orang yang akan menunggu di rumah sakit. “Sebab, untuk menunggu di rumah sakit butuh dana makan sehari-hari dan transportasi,” katanya

Sementara itu, sang penyakit yang bernama hipertensi berat de­ngan kelumpuhan kian mengge­rogoti tubuh pria yang masih buja­ngan ini. Pria yang bertempat tinggal di Kelurahan Air Manis RT02/RW02 ini, sehari-hari hanya ditung­gui oleh keponakan dan abangnya.

Baca Juga : Politik dan Etika Berkelindan dalam Pengisian Jabatan Wawako Padang

Safdi  adalah salah satu di an­tara banyak warga yang tergolong kurang mampu di Air Ma­nis. Ting­gal di rumah berdindingkan kayu,  yang sudah semakin melapuk dan berlantai kayu dengan atap seng semakin rapuh.

Seolah, menyisakan gurat kemis­kinan. Rumah yang sangat jauh, dari kata nyaman dan layak itu telah ia tempati berpuluh-puluh tahun tanpa mampu merubahnya menjadi lebih baik, namun tak sekalipun ia menge­luh apalagi menyerah. Bahkan, untuk masuk ke rumahnya harus bergantian karena kalau ramai-ramai maka rumahnya akan runtuh, karena kayu rumah yang sudah lapuk.

Baca Juga : Jangan Terlalu Bersedih Jika Kamu Dihinakan

Kini, Safdi dan keluarganya hanya bisa mengharap ada bantuan donasi dari orang-orang yang me­mili­ki nurani kemanusiaan untuk mem­bantunya membunuh penya­kitnya itu.  Menurut Ali Usmar yang meru­pakan kakak ipar Safdi, sakit yang dideritanya sejak tahun  2002, setelah terjatuh tiba-tiba saja tidak bisa berdiri lagi, dan lumpuh hingga kini.

“Kami keluarga, sudah mem­bawanya ke puskesmas dan rumah sakit M.Djamil beberapa kali. Na­mun, pihak rumah sakit mengatakan rawat jalan saja tapi tidak ada hasil­nya sampai kini,” kata laki-laki yang sehari-harinya bekerja sebagai pengangkat kepala jawi.

Baca Juga : Mengapa Isu Presiden 3 Periode Kembali Berhembus?

Dikatakannya, kini kondisi Safdi memprihatinkan punggung bela­kang bolong, kaki menyusut, dan buang air kecil diember saja.

Dirut RSUD Rasidin Artati Suryani mengatakan, penyakitnya ini sudah lumpuh bertahun-tahun akibat jatuh. Dan, luput dari penga­wasan Puskesmas dan Dinas Kese­hatan. “Apalagi, kini kondisi tensi­nya cukup tinggi yaitu 180/120. Sehingga, pemeriksaannya butuh waktu lama hingga bertahun-tahun,” katanya.

Menanggapi hal itu Ketua DPRD Kota Padang Erisman, sangat me­nya­­yangkan masih adanya warga Kota Padang yang luput pelayanan kesehatan dari pemerintah, dengan alasan kemiskinan. “Mana lurah dan camatnya, apakah tidak ada perha­tian kepada warganya yang butuh bantuan ini. Apalagi, telah bertahun-tahun,” tegas kader Gerindra ini.

Ke depan, diharapkan bagi lurah dan camat jika ada warganya yang miskin dan tidak mampu berobat segera laporkan ke DPRD. Bahkan, rumahnya yang tidak layak huni wajib dilakukan bedah rumah. Ka­rena, sudah dialokasikan di APBD bedah rumah untuk  warga miskin. (*)

 

Laporan:
ADE BUDI KURNIATI

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]