Melatih Kecerdasan Anak Sehari-hari


Senin, 26 Januari 2015 - 18:27:10 WIB
Melatih Kecerdasan Anak Sehari-hari

Bahasa dan Komunikasi

Baca Juga : MAXstream Rilis Sajadah Panjang, Serial Orisinal Terbaru Spesial Ramadan

· Bayi mengekspresikan kebutuhan dan perasaan mere­ka melalui bunyi-bunyian, tangisan, gerak tubuh dan ekspresi wajahnya.

· Baru pada usia sekitar 1 tahun, anak mulai menggu­nakan kata-kata.

Baca Juga : Berikut Tips Aman Minum Kopi saat Bulan Ramadan

· Ketika berusia 3 tahun, ia mulai berbicara dengan me­rang­kai 3 - 5 kata dan mem­bentuk kalimat.

Caranya:

1.  Perhatikan dan dengar­kan. Setiap kali anak berbicara, perhatikan dia agar Anda bisa merasakan emosi dan mema­hami hal yang diinginkannya.

2. Mengulang bunyi. Ulangi bunyi-bunyian yang dihasilkan anak, dan ajak dia mengoceh seakan Anda sedang mengobrol dengannya.

3. Baca, bernyanyi, dan bercerita. Kegiatan ini sangat menarik dan akan membantu anak memahami makna kata baru juga konsep-konsep di balik kata tersebut.

4. Mengobrol dengan si kecil. Lakukan ketika Anda sedang bermain, melakukan keperjaan rumah, atau saat bertamu ke rumah saudara.

Keterampilan berpikir

· Anak belajar tentang ling­kungan dengan cara bermain dan bereksplorasi.

· Melalui bermain, bayi dan batita belajar untuk menye­lesaikan masalah-masalah yang  mereka alami sehari-hari. Sehingga terbiasa untuk me­nga­tasi kesulitan mereka itu.

Caranya :

1.  Ajak anak bereksplorasi dengan mainnya - sentuh, lempar, goyang-goyangkan, atau copot-pasang, agar anak mengetahui dampaknya.

2.  Jadikan rutinitas seba­gai saat belajar. Saat mandi misalnya, gunaka itu untuk mengajarkan konsep basah/kering, atau mengapung/tenggelam.

3. Penuhi minat si kecil. Anak-anak lebih mudah menyerap berbagai hal baru, jika mereka melakukannya dengan cara yang menye­nangkan dan diminati.

4. Ajukan pertanyaan yang memicu anak berpikir saat ia berusia 3 tahun. Saat Anda membacakan cerita dan anak tertawa, tanyakan, mengapa ia tertawa.

Pengendalian diri

Selama 3 tahun pertama hidupnya, anak mulai mengembangkan kemampuan pengendalian diri, yaiitu kemampuan untuk menata perasaan dan tindakannya agar dapat diterima oleh orang di sekitar. Anak juga belajar menunggu, berbagi, dan menyelesaikan kesulitan yang dialaminya saat bermain dengan teman sebaya.

Caranya:

1.  Gunakan kata-kata untuk membantu anak memahami perasaannya. Contoh: Kamu marah karena masih ingin bermain di taman, sekalipun sudah waktunya pulang.

2.   Ajak anak yang lebih besar untuk memilih. Contoh: Kamu ingin membaca sebelum atau setelah menyikat gigi, menjelang tidur nanti?

3.  Tetap tenang ketika si kecil rewel atau mengamuk. Hal ini akan membuatnya tetap merasa aman, dan segera kembali mampu mengendalikan diri.

Rasa percaya diri

Anak akan merasa ia adalah sosok yang unik; jika dia dicintai, pandai, dan menyenangkan. Jika anak merasa nyaman dengan dirinya sendiri, maka ia akan lebih percaya diri dan siap memulai berbagai hal baru.

Caranya:

1.  Beri pujian setiap kali anak berhasil melakukan hal yang baik.  Anak akan merasa lebih dihargai, dan berusaha selalu melakukan hal baik.

2.  Bantu anak menye­lesaikan kesulitannya sendiri.   Batasi bantuan sebatas yang dibutuhkan anak untuk ber­hasil melakukan sesuatu, tanpa menyelesaikan kesulitannya secara langsung.

3.  Biarkan anak melaku­kan sesuatu untuk dirinya sendiri. Seperti, menuangkan susu dari kemasan ke gelas plastik saat ia ingin minum.

4.  Dorong anak untuk tak bosan mencoba. Ketika lemparan bola si kecil tak masuk ke dalam keranjang, ajak ia terus mencoba hingga akhirnya bisa. (h/crb)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]