Pembangunan PLTU Tenayan Dikebut


Senin, 26 Januari 2015 - 18:30:57 WIB
Pembangunan PLTU Tenayan Dikebut

Dijelaskan Plt Gubri, da­lam pertemuan tersebut, PLN telah memaparkan perma­salahan listrik di Riau, seperti pembangunan PLTD di Tem­bilahan bermasalah dengan kontraktornya. Dan PLN me­ng­a­kui sedikit kewalahan un­tuk memenuhi pasokan listrik bagi Riau. Untuk itu PLN terus berusaha menam­bah daya de­ngan mem­bangun pembangkit listrik di beberapa daerah.

Baca Juga : Grand Launching COE Pariaman Festival 2021 Dihelat di Pekanbaru

“Permintaan listrik di Riau ini per tahun mencapai 12 sampai 15 persen. Mereka berharap dengan adanya PLTU Tenayan, PLTD Duri dan PLTA Sungai Lawas bisa menyuplai kebutuhan listrik untuk beberapa tahun kede­pan. Sehingga kebutuhan lis­trik di Riau tercukupi,” katanya.

Lebih jauh dikatakan Plt Gubri, mulai tahun 2015 ini banyak pembangunan, ren­cana-rencana pembangunan di Riau, yang dinilai sangat mem­butuhkan suplay listrik dan jaringan telekomunikasi, se­per­ti pembangunan Pela­buhan Buton Siak dan Pelabuhan Kuala Enok Inhil, serta pem­bangunan rel kereta api, dan Jalan Tol Sumatera.

Baca Juga : Leonardy Harmainy: Pariwisata Sumbar Butuh Kepedulian Semua Elemen

Sementara itu, General Meneger  PLN Riau-Kepri, Dody Pangaribuan, usai mela­kukan diskusi dengan Plt Gubri Arsyadjuliandi Rach­man di Ruang kerjanya, me­nga­takan akan berusaha untuk menyiapkan pasokan listrik bagi Riau.

Untuk itu, PLN me­nyangg­upi permintaan Plt Gubri, kata Dodi, pihaknya dalam waktu dekat akan mengebut penye­lesaian pembangunan Pem­bangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tenayan. Karena pem­­bangkit besar itu mem­butuhkan waktu sampai enam bulan untuk uji cobanya.

Baca Juga : Emersia Water Park Siap Ramaikan Pariwisata Tanah Datar

“Jika uji coba sampai Juni, berarti untuk operasi penuh­nya itu kita mem­butuhkan waktu enam bulan kedepan, kalau tidak ada masalah Desem­ber 2015 dioperasikan PLTU Tenayan untuk unit pertama, dan unit selanjutnya tiga bulan kedepannya. Dan itu baru rencana jangka pendek dan menengah,” terangnya.

Sementara untuk jangka panjang, pihaknya akan mem­bangun interkoniksi yang lebih besar di Peranap, yang akan dioperasikan pada tahun 2019 mendatang. Karena Riau ke depan menjadi pusat per­tum­buhan, maka PLN Riau-Kepri juga harus mem­per­siapkan kebutuhan listrik kedepannya.

Baca Juga : Berkunjung ke Solo tak Afdal Kalau Belum...

Disinggung masalah ja­ringan transmisi PLTU Tena­yan, Dodi mengakui jika pi­hak­­nya mengalami perma­salahan dalam pembebasan lahan.

Dari 30 transmisi, tujuh masih bermasalah dan proses pembebasan lahan. Namun dia mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya, tujuh transmisi itu pembebasannya akhir bulan ini sudah tuntas.(hr)

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]